Jumat, 04 Mei 2018 12:59 WITA

Jokowi Ingin Perluas Ekspor ke Negara Non-Tradisional

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Jokowi Ingin Perluas Ekspor ke Negara Non-Tradisional
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

RAKYATKU.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas bersama seluruh pejabat kabinet kerja, dalam rangka membahas melebarkan pasar ekspor ke negara-negara non tradisional, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Menurut Jokowi, pasar non tradisional yang bisa dimaksimalkan potensinya, yakni negara-negara yang berada di kawasan pasifik selatan.

"Pagi hari ini akan dibahas dalam ratas ini mengenai peningkatan kerjasama Indonesia dengan negara-negara kawasan pasifik selatan," kata Jokowi, yang dikutip dari Detikfinance.

Indonesia yang memiliki letak geografis strategis karena berada diantara benua dan dua samudera, lanjut Jokowi, harus dimanfaatkan dengan baik. Dengan membentuk haluan politik luar negeri menjadi arah diplomasi politik dan ekonomi serta harus betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan nasional.

Ia menambahkan, untuk pasar di negara-negara kawasan hindia sudah ada forum yang menjembatani yaitu Indian Ocean Rim Association (IORA). Sedangkan untuk negara-negara kawasan pasifik selatan, Jokowi meminta adanya terobosan kerja sama.

"Saya yakin negara-negara di kawasan pasifik selatan seperti Nauru, Vanuatu, Palau, Fiji, PNG, Solomon Island, Samoa, Tonga, sangat terbuka bekerja sama dengan negara kita diberbagai bidang," ungkap dia.

Adapun, sektor yang bisa dijajaki untuk kerjasama dengan negara-negara di kawasan pasifik selatan, yakni meliputi kebudayaan, pendidikan, ekonomi baik investasi dan perdagangan.

"Sudah sering saya sampaikan kita harus masuk ke pasar-pasar non tradisional, termasuk negara-negara kawasan pasifik selatan ini, untuk menawarkan produk unggulan industri manufaktur kita termasuk industri kelautan perikanan dan juga industri jasa kita, serta di bidang konstruksi, informatika," kata dia. 

"Saya lihat peluangnya sangat besar dan sekaligus menjadi koridor percepatan kawasan timur Indonesia, kuncinya memperat konektivitas, baik konektivitas budaya, ekonomi yang tentu saja perlu didukung oleh kelancaran konektivitas sistem transportasi kita dengan negara kasawan pasifik selatan," pungkasnya.

Tags