Kamis, 03 Mei 2018 15:06 WITA

Pembangunan Makassar New Port Tahap 1A Rampung Akhir 2018

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pembangunan Makassar New Port Tahap 1A Rampung Akhir 2018

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo IV (Persero) optimis dapat menyelesaikan proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) Tahap I paket A pada akhir 2018 mendatang. Sementara MNP Tahap I paketB dan C akan rampung pada akhir 2019.  

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, Paket A yang pembangunannya dimulai sejak Juni 2015, kini perkembangannya sudah mencapai 77,37%, dan akan rampung dalam beberapa bulan ke depan. 

"Terhitung mulai 30 April 2018 kemarin sudah kami countdown sampai Oktober. Lantai dermaga tidak lama lagi sudah bisa dicor beton. Akhir tahun ini sudah bisa beroperasi untuk paket 1 A," kata Farid dalam keterangan resminya, Kamis (03/5/2018).

Ia menambahkan, paket B yang dibangun sejak September 2016, realisasi fisiknya kini sudah 67,11 persen dan paket C yang dibangun bersamaan dengan paket B, perkembangannya sudah 48,3 persen.

Saat ini pengerjaan yang sedang berlangsung pada paket A, yakni penyelesaian reklamasi untuk dermaga, fabrikasi tulangan struktur secant pile dan borepile dermaga, serta pekerjaan secant pile dan borepile. "Di paket B, sedang dikerjakan pekerjaan reklamasi area container yard, pekerjaan soil replacement area causeway, pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast dan produksi paving block," jelas dia.

Sementara itu, pekerjaan yang sedang dikerjakan di paket C adalah, produksi core 1-5 kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater (1-5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater 100-160 kg.

Di samping itu, lanjut Farid, sistem dermaga yang diaplikasikan pada proyek ini adalah secant pile dengan sistem boring yang bisa mengefisiensikan waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik. Di mana penerapannya baru ada dua di dunia, yaitu di Liverpool dan Makassar New Port. 

Dermaga ini akan menjadi dermaga modern yang terkoneksi dengan jaringan kereta api Trans Sulawesi dan akan dioperasikan terintegrasi dengan pusat logistik Kawasan Berikat.