Selasa, 01 Mei 2018 18:13 WITA

Cuti Lebaran Lebih Lama, Investor Asing Mengeluh

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Cuti Lebaran Lebih Lama, Investor Asing Mengeluh

RAKYATKU.COM - Presiden RI, Joko Widodo telah mengumumkan adanya penambahan cuti bersama Lebaran 2018 sebanyak 3 hari. Sehingga total cuti bersama Lebaran 2018 adalah 7 hari dari sebelumnya yang hanya 4 hari. 

Akan tetapi keputusan Jokowi mengenai penambahan cuti bersama Lebaran 2018 tersebut kabarnya akan direvisi menyusul permintaan DPR agar pemerintah mengkaji ulang penambahan cuti bersama tersebut. Untuk itu, Pemerintah menggelar rapat terbatas (ratas) dengan tema kebijakan cuti Lebaran 2018 di Kementerian Koordinator.

Ternyata cuti lebaran 2018 yang mencapai tujuh hari membuat juga Investor Asing mengeluh. Pasalnya mereka tidak dapat bertransaksi dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, pihaknya mendapatkan pertanyaan dari investor asing terkait libur Lebaran 2018 yang cukup panjang. Bagi investor asing, cuti bersama yang dinilai terlalu panjang tersebut membuat dana juga tidak dapat ditransaksikan.

"Terus terang ada pertanyaan dari pasar. Kok lama banget. Bursa-bursa itu kelamaan. (Investor-red) internasional bilang kelamaan,” ujar Tito, yang dikutip dari liputan6.

Tito menambahkan, bursa saham negara lain bisa buka hingga 24 jam. Pihaknya pun menargetkan dapat mencapai hal tersebut.

"Namanya Singapura dan option di Australia sudah ada 24 jam. Singapura cuma tahun baru tutup. Mereka tidak ada libur karena mereka bicara dunia bergerak. BEI harus sampai ke sana. Buat BEI kelamaan," kata Tito.

Akan tetapi, Tito menuturkan, hal tersebut sudah menjadi keputusan pemerintah. Seperti diketahui, jumlah hari bursa mencapai 238 hari pada 2017. Kemudian 2016 tercatat 246 hari bursa.