Sabtu, 28 April 2018 20:19 WITA

Cara BI Jaga Stabilitas Harga dan Sistem Keuangan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Cara BI Jaga Stabilitas Harga dan Sistem Keuangan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia menerapkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial dalam menjaga stabilitas harga dan stabilitas sistem keuangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dwiyatyapoetra S.Besar sebagai pemateri ketiga dihari kedua BI media gathering 2018, di Hotel Papandayan, Sabtu (28/4/2018).

"Kebijakan Moneter mencakup lima hal yakni suku bunga dan nilai tukar rupiah,operasi moneter,reserene requirement,manajemen aliran modal asing dan koordinasi," katanya.

Ia menambahkan, inflasi terjadi karena kurangnya daya beli yang diakibatkan karena berkurangnya pendapatan masyarakat (upah minimum provinsi) dan semakin meningkatnya harga-harga retail maupun komoditas di pasaran.

"Beberapa daerah seperti pasar sentral lama di Belopa (Palopo) dan Bulukumba bahkan daerah-daerah lain mengalami pengurangan daya beli," ujarnya.

Ia menjelaskan, hal itu terjadi karena sisa harga yang meningkat itu diakibatkan dari beberapa faktor, antara lain kurangnya pasokan barang komoditas yang baru dan  masyarakat pelaku ekonomi makro (pedagang kecil) tidak bisa bersaing dengan retail modern.

"Masyarakat lebih memilih berbelanja di Alfamart atau Indomaret dan tokoh -tokoh lain yang cenderung lebih simple," imbuhnya.

Ia menuturkan, kurangnya daya beli akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) pada emiten bahkan BUMN yang menerapkan sistem tenaga kerja kontrak (outsourching).

Dimana, hal diatas dapat mempengaruhi ekonomi makro yang mengalami devisit alias kebijakan makro prudensial satu kebijakan untuk merespon kejadian yang bisa saja terjadi.

"Akibat dari dampak makro prudensial menyebabkan terjadinya utang baik utang dalam negeri maupun luar negeri," terangnya.

Untuk itu, kata dia, BI selaku lembaga keuangan negara bertugas memantau dan mengeluarkan kebijakan ekonomi makroprudensial guna membantu masyarakat yang mengalami devisit.

"Jika ekonomi makroprudensial, stabilitas harga dan keuangan suatu daerah mengalami perlambatan maka BI bertugas menjembatani, bersinergi dengan pemerintah untuk mencari solusi mengatasi sejumlah permasalahan ekonomi makroprudensial," paparnya.