Kamis, 26 April 2018 15:00 WITA

Triwulan Pertama 2018, PT Vale Catat Penjualan Capai USD 170,5 Juta

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Triwulan Pertama 2018, PT Vale Catat Penjualan Capai USD 170,5 Juta

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan pencapaian kinerja yang tidak diaudit untuk triwulan pertama tahun 2018, hari ini, Kamis (26/4/2018).

Perseroan mencatat penjualan mencapai USD 170,5 juta. Angka ini memang 6 persen lebih rendah dari penjualan di triwulan 4 tahun 2017, namun jika dibandingkan dengan pencapaian triwulan pertama tahun 2017, meningkat hingga 18 persen. Hal ini didorong oleh harga realisasi rata-rata di triwulan pertama 2018 yang lebih tinggi dibandingkan di periode yang sama tahun 2017. 

"Dengan gembira kami melaporkan pencapaian kinerja yang menguntungkan untuk triwulan pertama tahun 2018 yang didukung oleh harga penjualan yang lebih tinggi,” kata Nico Kanter selaku CEO dan Presiden Direktur Perseroan.

"Namun, dengan mempertimbangkan volatilitas harga nikel di pasar, kami tetap fokus pada optimalisasi kapasitas produksi kami, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya," tambahnya.

Di sisi operasi, produksi nikel dalam matte di triwulan satu 2018 ini lebih rendah 11 persen dibandingkan di triwulan 4 tahun 2017. Hal ini disebabkan oleh adanya kegiatan pemeliharaan terencana. Namun, produksi di triwulan 1 tahun 2018 ini masih sejalan dengan periode yang sama di tahun 2017, di saat aktivitas pemeliharaan yang sama dilakukan. Kegiatan pemeliharaan  ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan keberlanjutan operasi. 

Beban pokok pendapatan PT Vale pun turun sebesar 6 persen dari USD 163,6 juta di triwulan 4 tahun 2017 menjadi USD 154,2 juta di triwulan 1 tahun ini, sejalan dengan produksi yang lebih rendah di 2018. 

Namun, beban pokok pendapatan per metrik ton nikel dalam matte di triwula 1 tahun ini meningkat sebesar 6 persen dari triwulan sebelumnya, yang disebabkan biaya bahan bakar dan batubara yang lebih tinggi. Harga bahan bakar dan batubara diketahui meningkat masing-masing sebesar 10 persen dan 7 persen, dalam basis biaya per unit. Kedua barang konsumsi ini merupakan komponen biaya terbesar PT Vale.
 

Tags