Kamis, 05 April 2018 14:35 WITA

Pendapatan Turun, Laba GMTD Merosot 21,2 Persen

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Pendapatan Turun, Laba GMTD Merosot 21,2 Persen

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sepanjang 2017 lalu, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), membukukan pendapatan sebesar Rp237,3. Mengikuti tren pertumbuhan pasar properti yang nampak lesu sepanjang tahun 2017, pendapat GMTD juga menurun sebesar 18,3 persen dibanding tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp290 miliar.

Presiden Directur GMTD Andi Anzhar Cakra Wijaya dalam paparan publik yang digelar usai agenda Rapat Umum Pemegang Saham GMTD,  Kamis (5/4/2018) mengatakan, sepanjang tahun 2017, Pendapatan Perseroan yang berasal dari penjualan rumah hunian dan Rumah Toko tercatat sebesar Rp183,0 miliar. Pendapatan ini menurun hingga 30,5 persen dari pendapatan tahun 2016 yang mencapai Rp263,3 miliar.

Uniknya, di tengah perlambatan di sektor rumah hunian dan ruko, pendapatan sehubungan dengan penjualan Lahan Siap Bangun (kavling) justru mengalami kenaikan cukup tajam hingga 181 persen dari Rp13,7 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp38,5 miliar pada tahun 2017.

Sementara untuk laba usaha perseroan tahun 2017 tercatat sebesar Rp74,6 miliar. Angka ini juga terjun 18,9 persen dibanding tahun sebelumnya, yang mencapai Rp91,9 miliar. 

Penurunan laba usaha terutama disebabkan penurunan pendapatan sepanjang tahun 2017 serta meningkatnya Beban Pokok Pendapatan. Laba Bersih Setelah Pajak juga mengalami penurunan sebesar 21,2 persen menjadi Rp67,6 miliar dibanding tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp85,8 miliar.

"Penurunan Laba Bersih terutama disebabkan penurunan Pendapatan, menurunnya Beban Pokok Pendapatan serta meningkatnya Beban Keuangan sepanjang tahun 2017," jelas Andi Azhar

Di Sisi lain, Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan berulang (recurring) untuk tahun 2017 sebesar Rp15,8 miliar, tumbuh 21,5 persen dari Rp13 miliar pada tahun 2016. 

Sehingga kontribusi dari pendapatan berulang terhadap total pendapatan meningkat dari 4,5 0 0 pada tahun 2016, menjadi 7,9  persen pada tahun 2017. 

Selain itu, Perseroan terus berupaya meningkatkan pendapatan berulang pada tingkat yang cukup signifikan dari total pendapatan khususnya di segmen pariwisata dan pengelolaan perkotaan. 

Lebih lanjut ia menambahkan pembagian dividen pun turut dilakukan sebesar Rp1,62 miliar.

"Ini merupakan komitmen kami untuk mempertahankan imbal hasil kepada para pemegang saham dengan mendistribusikan dividen tahunan," katanya.

Tags