Selasa, 27 Maret 2018 11:36 WITA

Tidak Bayar SPT Sampai 31 Maret, Siap-Siap Kena Denda

Editor: Andi Chaerul Fadli
Tidak Bayar SPT Sampai 31 Maret, Siap-Siap Kena Denda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan bagi wajib pajak orang pribadi segera berakhir. Sesuai aturan batas waktu penyampaian SPT ini hingga 31 Maret mendatang. 

Di Makassar, hingga Minggu (25/3/2018),  jumlah wajib pajak yang menyampaikan SPT-nya baru sekitar 40 persen. Lalu bagaimana jika wajib pajak terlambat melakukan penyampaian SPT? 

Sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Perpajakan, SPT mempunyai fungsi sebagai suatu sarana bagi wajib pajak dalam melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Pajak yang sebenarnya terutang. Selain itu, surat pemberitahuan itu berfungsi untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kanwil DJP Sulselbartra, Agie Sugiha  menjelaskan,  Keterlambatan laporan SPT akan dikenakan denda oleh Dirjen Pajak. Untuk keterlambatan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi khususnya mulai Tahun Pajak 2008 dikenakan denda sebesar Rp100.000. 

"Sementara SPT Tahunan PPh Badan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta. Semuanya di atur dalam Undang-Undang No 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan," katanya, Selasa (27/3/2018).

Meski demikian, ada pengecualiannya. Pasal 7 ayat (2) UU 28/2007 menyebutkan sanksi ditiadakan bagi wajib pajak pribadi yang telah meninggal dunia. Selain itu, juga wajib pajak pribadi yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, dan berstatus sebagai WNA yang tidak lagi tinggal di Indonesia. Terakhir, bentuk usaha tetap yang tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia.

Sanksi juga tidak dikenakan kepada wajib pajak badan yang tidak melakukan kegiatan usaha lagi tetapi belum dibubarkan. Lainnya, bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi, serta wajib pajak pribadi yang terkena bencana.