Sabtu, 24 Maret 2018 15:38 WITA

Kuartal I 2018, Perekonomian Sulsel Tumbuh Positif

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Kuartal I 2018, Perekonomian Sulsel Tumbuh Positif

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pertumbuhan ekonomi tahun 2018 diperkirakan akan tumbuh secara positif di angka 5,3 persen, bahkan di Kuartal I, dampaknya sudah mulai terasa. 

Saham sektor pertambangan dan migas, serta yang berhubungan dengan pertambangan membukukan kenaikan harga yang signifikan. Hal ini disebabkan kenaikan harga minyak yang signifikan selama dua bulan terakhir, dan sempat mencapai USD 70/barel, serta menjadi pemicu kenaikan harga batu bara dan komoditas tambang lainnya. 

Disamping itu, berdasarkan data Kajian Ekonomi Keuangan dan Regional Sulawesi Selatan Bank Indonesia periode Februari 2018, harga komoditas utama Sulsel yang membaik juga mendorong ekspor seperti nikel. Meski demikian, ekspor dengan tujuan Dalam Negeri (DN) tumbuh melambat menjadi 8,75 persen (yoy) di periode laporan, dibandingkan triwulan III 2017 sebesar 15,47 persen (yoy). 

Membaiknya kinerja ekspor (LN) tidak terlepas dari naiknya kinerja ekspor Nikel. Hal ini dikarenakan pangsa ekspor Nikel menyumbang 52,08 persen dari total ekspor LN Sulsel di triwulan IV 2017. Nilai ekspor nikel tercatat mengalami pertumbuhan 1,08 persen (yoy), angka ini naik dibandingkan dengan pertumbuhan di periode sebelumnya yang terkontraksi  hingga -1,13 persen (yoy). 

Peningkatan nilai ekspor ini tidak terlepas dari membaiknya pertumbuhan harga komoditas nikel di pasar internasional. Sepanjang triwulan IV 2017, harga nikel mencapai USD11.600/mt atau tumbuh 7,58 persen (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,57 persen (yoy). 

Selain nikel, nilai ekspor beberapa komoditas unggulan Sulsel juga mengalami peningkatan. Pertumbuhan nilai ekspor komoditas rumput laut dan biji kakao tumbuh cukup tinggi masing-masing 24,98 persen (yoy) dan 43,64 persen (yoy) dari triwulan sebelumnya yang tumbuh -14,88 persen (yoy) dan 14,97 persen (yoy).