Kamis, 15 Maret 2018 17:23 WITA

BPR/S Tak Punya Direksi, OJK Beri Waktu 3 Bulan Lengkapi Pengurus

Editor: Andi Chaerul Fadli
BPR/S Tak Punya Direksi, OJK Beri Waktu 3 Bulan Lengkapi Pengurus
Sarasehan Bersama BPR/Syariah se-Sulsel di Ruang Phinisi Kantor OJK Reg 6, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis (15/3/2018) pagi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 tengah menyoroti adanya Bank Perkreditan Rakyat (BPR)/Syariah di Sulsel yang tak memiliki direksi. Lembaga ini memberikan waktu sekitar tiga sampai enam bulan bagi perbankan tersebut untuk melengkapi susunan pengurusnya.

Hal tersebut terungkap pada Sarasehan Bersama BPR/Syariah se-Sulsel di Ruang Phinisi Kantor OJK Reg 6, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis (15/3/2018) pagi.

"Tiga sampai enam bulan karena ada kendala untuk sertifikasinya. untuk sertifikasi, tidak ada setiap saat," ujar Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Reg 6 Sulampua, Dani Surya Sinaga lewat pesan singkatnya di WhatsApp, sesaat lalu.

Idealnya, setiap BPR/S memiliki dua orang direksi dan dua komisaris. Jika dalam tenggat waktu yang diberikan BPR/S belum bisa melengkapi direksinya, OJK menyiapkan sederet sanksi.

"BPR yang tidak memenuhi ketentuan jumah pengurus dikenakan sanksi berupa teguran tertulis, penurunan tingkat kesehatan, larangan pembukaan jaringan kantor, dan kegiatan pedagang valuta asing, (serta) penghentian sementara kegiatan operasional BPR," tambah pria asal Medan itu.

Sarasehan ini diikuti sekitar 70 persen dari 23 BPR dan 8 BPRS se-Sulsel yang diundang.

Kepala OJK Reg 6 Sulampua, Zulmi mengatakan, kegiatan ini digelar untuk melakukan mengevaluasi kinerja BPR dan BPRS di Sulsel. Sekaligus menjadi ajang jajak pendapat dari OJK dan perbankan terkait.

"Jadi di sini kita menemukan masalah dan membahas bersama solusi masalah tersebut," kata dia.