Selasa, 13 Maret 2018 09:42 WITA

Meski Subsidi Ditambah, Harga Solar Stabil

Editor: Andi Chaerul Fadli
Meski Subsidi Ditambah, Harga Solar Stabil

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah berencana menambah subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar sebesar Rp500 per liter. Usulan ini diharapkan bisa menjaga nilai keekonomian harga solar.

"Jadi harga solar tidak berubah, tetap Rp5.150 perliter. Dari harga tersebut, sebelumnya subsidi pemerintah ke Pertamina adalah Rp500 perliter," kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII Sulawesi, M Roby Hervindo, Selasa (13/3/2018).

Roby melanjutkan, tahun 2018 ini, besaran subsidinya dinaikkan menjadi Rp1.000 per liter namun harga jual ke konsumen tetap Rp5.150 per liter. 

Hal tersebut menyusul kenaikan rata-rata harga minyak dunia sejak awal tahun yang sudah berada di atas US$60 per barel atau lebih tinggi dari asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2018 yang dipatok US$48 per barel.

Di saat bersamaan, pemerintah juga memutuskan untuk tetap menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubdisi dan penugasan dalam bentuk solar dan premium hingga akhir 2019. Alasannya, pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya penuh.

Selanjutnya, rencana ini akan dituangkan ke dalam Rancangan APBN Perubahan (RAPBNP) 2018. Setelah itu, pemerintah akan membahas RAPBNP 2018 dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebelum akhirnya disetujui sebagai APBNP 2018.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp94,53 triliun dengan asumsi harga ICP sebesar US$48 per barel.

Sebesar Rp46,87 triliun di antaranya akan digunakan untuk mensubsidi BBM jenis solar dan minyak tanah sebanyak 16,23 juta kilo liter (kl), serta 6,45 juta kilogram (kg) LPG yang disalurkan dalam bentuk elpiji bersubsidi bagi rakyat miskin dengan volume 3 Kg.