Jumat, 23 Februari 2018 12:39 WITA

Jangan Tergoda Harga Murah, Awas Elpiji Non Subsidi Oplosan

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Jangan Tergoda Harga Murah, Awas Elpiji Non Subsidi Oplosan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji di agen atau pangkalan resmi Pertamina.

Unit Manager Communication & CSR, PT Pertamina MOR VII, M Roby Hervindo mengungkapkan, pembelian elpiji selain di agen atau pangkalan resmi termasuk toko online sangat berisiko.

"Di Jawa, polisi menggerebek pengoplos elpiji 3 kg. Hasil oplosan dari 3 kg ke 12 kg dijual secara online. Saya dengar untungnya bisa sampai Rp 20 jutaan. Namun di Sulawesi sementara belum ada," ujarnya.

Namun, hal tersebut sangat merugikan konsumen, mengingat unsur safety-nya sangat rendah.

"Misalkan, tabung yang sudah pernah dioplos seperti ini, sudah tidak aman terutama di bagian valve (katup) karena pernah dioplos secara paksa," ujarnya.

Selain faktor keamanan, pembelian elpiji melalui agen tidak resmi juga memiliki adalah risiko harga.

Untuk elpiji 3 kg menggunakan Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi Rp 15.500 per tabung untuk wilayah Makassar.

Sedangkan untuk Bright Gas (BG) 5,5 kg dibanderol Rp 62.500, BG 12 kg kisaran Rp 129 ribu, dan Elpiji 12 kilogram seharga Rp 127 ribu.

"Apabila masyarakat ada yang menemukan elpiji non subsidi (selain elpiji 3 kg) dengan harga yang jauh lebih murah, maka perlu diwaspadai, karena kemungkinan hasil pemindahan elpiji dari tabung 3 kg," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menjual gas elpiji melalui online.

“Kami berusaha menyediakan layanan yang memudahkan. Kami tidak merekomendasikan pembelian elpiji di luar agen resmi Pertamina termasuk melalui toko online," katanya.