Jumat, 16 Februari 2018 00:02 WITA

Di Raja Ampat, Telkomsel Tak Sekadar Cari Untung

Editor: Nur Hidayat Said
Di Raja Ampat, Telkomsel Tak Sekadar Cari Untung
Kunjungan Telkomsel bersama awak media se-Sulawesi, Maluku, dan Papua, di Raja Ampat.

RAKYATKU.COM, RAJA AMPAT - PT Telekomunikasi Seluler sudah berinvestasi banyak di salah satu tempat wisata paling terkenal di timur Indonesia, Raja Ampat. Membangun base transceiver station (BTS) di Raja Ampat tentu tidak semudah membangun BTS di Makassar atau Jakarta. Butuh biaya ekstra dan butuh waktu lebih lama. 

Biar begitu, meski harus mengangkut sejumlah peralatan menggunakan helikopter, Telkomsel tidak pernah gentar. Bagi Telkomsel hanya ada satu tujuan, memperkenalkan Raja Ampat kepada dunia luas melalui kekuatan jejaring media sosial dan informasi dunia digital. Juga membuka isolasi antara masyarakat sekitar dengan dunia luar.

Manager External Communications Telkomsel, Aldin Hasyim, mengatakan investasi Telkomsel di Raja Ampat tidak dilakukan melalui hitung-hitungan bisnis. Bukab soal untuk rugi, pembangunan BTS di Raja Ampat merupakan dukungan Telkomsel untuk ikut membantu pemerintah mewujudkan target kunjungan ke Indonesia sampai 2019 sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara.

Berdasarkan data dari Manager Branch Telkomsel, Sorong, Rully Bintoro, hingga saat ini, Telkomsel sudah memiliki 34 BTS yang mengelilingi gugusan pulau di Raja Ampat. Padahal rata-rata pengguna jaringan 3G dan 4G di Raja Ampat baru mencapai 17.000 ribu pengguna dari total 40.000 penduduk Raja Ampat.

Di Raja Ampat, Telkomsel Tak Sekadar Cari Untung

Sementara itu, General Manager ICT Operation Telkomsel Area Papua Maluku, Muhammad Idham Kadir, berujar  seluruh infrastruktur itu dibangun melalui skema Pelayanan Universal Telekomunikasi (Universal Service Obligation/USO) bekerjas ama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tentu saja untuk  memperluas akses telekomunikasi di daerah tersebut.

"Khusus untuk 34 BTS itu ditempatkan pada pulau-pulau kecil di kawasan Raja Ampat. Sehingga tidak perlu khawatir tidak ada jaringan," katanya di sela-sela Media Gathering Telkomsel di Raja Ampat, Senin (12/2/2018).

Tidak sampai di situ, selain menyediakan sarana dan prasaran Telekomunikasi di Raja Ampat, Telkomsel juga mendatangkan salah satu ujung tombak penyampai informasi, awak media.

Tidak tanggung-tanggung, Telkomsel memboyong 50 orang wartawan se-Sulawesi, Maluku dan Papua mengunjungi Raja Ampat dan merasakan sendiri sensasi berada di gugusan pulau-pulau di Papua Barat tersebut.

Sumbangsih Telkomsel untuk menyambungkan Papua ke dunia luar mulai terasa begitu kita menginjakkan kaki di Bandara Dominique Edward Osok. Mengapa? Satu-satunya jaringan telkomunikasi yang terbaca oleh device awak media adalah jaringan Telkomsel, dan... 4G.

"Aduh, tidak ada jaringan," keluh salah satu awak media. 

"Masa tidak ada? Saya dapat 4G, makanya pakai Telkomsel," jawab salah satu di antara mereka. 

Dalam perjalanan mengelilingi Raja Ampat bagian selatan, yaitu di Distrik Weisai, awak media sangat terbantu dengan kehadiran jaringan 4G Telkomsel utamanya di titik-titik destinasi wisata seperti Sawengrai, Piaynemo, Teluk Kabui, hingga Pantai Friwen. 

Rully mengatakan, saat ini, sudah ada puluhan resort dan titik lokasi wisata di gugusan pulau Raja Ampat yang telah dikaver jaringan Telkomsel. "Sudah ada sekitar 20 resort yang dijangkau oleh jaringan kita," katanya.

Supervisor Corporate Comunication Telkomsel Pamasuka, Hasrina Ali, yang mendampingi awak media selama perjalanan mengatakan, setelah pulang dari perjalanan ke Raja Ampat, pihaknya merasa sangat terharu.

Mengapa? Hastag #raja4withtsel terpasang di Instagram seluruh awak media. Berbagai berita tentang keindahan Raja Ampat menghiasi halaman-halaman koran dan puluhan link berita online dibagikan. 

"Semoga, dengan perjalanan ini, Raja Ampat makin dikenal, wisatawan makin banyak, dan masyarakat  di sana semakin sejahtera," katanya.