Selasa, 13 Februari 2018 09:06 WITA

Pemerintah Cabut Lagi 22 Aturan Investasi Sektor ESDM

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pemerintah Cabut Lagi 22 Aturan Investasi Sektor ESDM

RAKYATKU.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut 22 regulasi yang dinilai tidak relevan dan menghambat investasi. Sebanyak 51 regulasi disederhanakan menjadi 29 regulasi.

Aturan ini terdiri dari regulasi di subsektor migas (dari 10 menjadi 7 regulasi), ketenagalistrikan (2 menjadi 1 regulasi), minerba (6 menjadi 1 regulasi), EBTKE (6 menjadi 2 regulasi), dan SKK Migas (27 menjadi 18 regulasi).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menyampaikan, pengurangan atau pencabutan peraturan ini dilakukan untuk mendorong investasi. "Menyusul minggu lalu (mencabut 32 regulasi), kami kembali melakukan pengurangan atau pencabutan banyak peraturan. Hari ini, total yang dicabut 22 (peraturan)," kata dia, kemarin.

"Kita mencabut lagi peraturan-peraturan baik peraturan menteri, keputusan menteri maupun juklak-juklak, aturan perizinan dan peraturan kerja, baik di direktorat jenderal maupun di SKK Migas, itu sekarang kita cabut," tambah dia.

Sejak pekan lalu, total sebanyak 54 peraturan telah dicabut. Jonan berharap, dengan pencabutan peraturan yang sudah tidak relevan dan menghambat investasi ini akan semakin meningkatkan fleksibilitas investasi. 

"Minggu lalu 32 dan hari ini 22 yang dicabut. Jadi mudah-mudahan ini bisa mendorong investasi besar, karena rencana investasi di sektor ini, termasuk di SKK dan BPH tahun ini kurang lebih USD 50 miliar atau naik dua kali lipat dibanding tahun 2017," lanjutnya. 

Sebagaimana diketahui realisasi total investasi sektor ESDM pada 2017 mencapai sekitar USD 26 miliar.

Dalam pencabutan dan penyederhanaan regulasi ini Jonan mengungkapkan, pihaknya berpegang pada tiga hal. "Satu, konstitusi UUD 1945 pasal 33, yang kedua soal keselamatan, dan yang ketiga soal public governance-nya. Memang kalau 200 sekalian mungkin bisa (sampai) 3 bulan. Ini jadi tiap minggu bisa 20, mungkin minggu depan ada 10, dua minggu lagi terus kita kurangi," jelas dia.

Tags