Senin, 12 Februari 2018 14:52 WITA

Terapkan Transaksi Non Tunai, 427 Buruh Kebersihan Maros Buka Rekening 

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Terapkan Transaksi Non Tunai, 427 Buruh Kebersihan Maros Buka Rekening 

RAKYATKU.COM, MAROS — Sebanyak 427 buruh kebersihan lingkup Pemkab Maros melakuka pembukaan rekening Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar, di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Senin (12/2/2018)

Pembukaan rekening ini juga sebagai upaya penerapan Transaksi Non Tunai di lingkup Pemkab Maros.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin mengatakan, terhitung mulai Februari 2018, pembayaran honorarium petugas kebersihan akan dilakukan secara non tunai. 

“Sebelum-sebelumnya kan dibayar secara langsung dan sekarang semua gaji atau honorarium ditransfer melalui rekening jadi, tidak ada lagi transaksi tunai,” ujarnya. 

Andi Davied menjelaskan, pembuatan rekening dan pencairan honorarium ke 427 petugas kebersihan tersebut dilakukan secara bersamaan. Sehingga pihak Pemkab menggelarnya di gedung serbaguna untuk mengantisipasi kepadatan nasabah.


“Kalau pembukaan rekening dan pencairan awal di bank bersangkutan, bisa dibayangkan bagaimana ramainya karena buruh kebersihan kami ada 427 orang apalagi ini awal pembukaan rekening sehingga harus melalui bank pencairannya,” bebernya. 

Proses pembuatan rekening ini cukup unik, pasalnya latar belakang pendidikan petugas kebersihan ini berbeda-beda sehingga masih banyak yang belum paham bagaimana membuka rekening. Andi Davied mencontohkan, adanya petugas kebersihan yang selama ini tidak memiliki tanda tangan karena pada pencairan hanya cap jempol saja sehingga hal ini cukup merepotkan. 

“Buruh kami latar belakang pendidikannya macam-macam bahkan mayoritas lulusan SD dengan usia bervariasi dari 17 tahun sampai 65 tahun, jadi ada yang tidak punya tanda tangan sehingga baru buat tanda tangan. Ada juga yang tanda tangan di buku tabungan berbeda dengan dislip pengambilan,” jelasnya. 

Meski begitu, Davied mengakui transaksi non tunai ini dijamin keamanannya karena pembayaran tidak lagi melalui bendahara. Transaksi sistem baru ini juga menjamin tak ada pemotongan, jumlah honor yang diberikan sesuai dengan yang seharusnya. 

Honorarium petugas kebersihan sendiri bervariasi dari Rp850 ribu sampai Rp1 juta per bulan tergantung tugasnya di lapangan, seperti sopir, penyapu jalan, petugas taman, petugas drainase hingga petugas tempat pembuangan akhir (TPA). 

Ketgam ; Petugas kebersihan antri pencairan honorarium di mobil kas keliling salah satu bank di Maros.