Kamis, 08 Februari 2018 11:55 WITA

BPS: Peran Perbankan Kita Melemah

Editor: Nur Hidayat Said
BPS: Peran Perbankan Kita Melemah
BPS Sulsel saat menyampaikan rilis tentang perkembangan berbagai sektor di Sulsel.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2017 lalu mencapai 7,23 persen. Angka itu lebih dari rendah dari capaian 2016 sebesar 7,42 persen. Ada andil pelaku jasa keuangan terhadap perlambatan tersebut. 

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulsel, Didik Nursetyohadi, kondisi ekonomi Sulsel itu tidak terlepas dari perlambatan jasa keuangan atau perbankan. Pada 2017 melambatnya peran perbankan terlihat dari perlambatan value added (nilai tambah) yang tercipta dari 16,02 persen pada 2016 menjadi hanya 0,12 persen pada 2017.

"Peran perbankan kita melemah," kata Didik dalam rilis BPS yang digelar pekan lalu. 

Kondisi perlambatan andil perbankan diakui oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, Zulmi. Ia menyampaikan, pada 2017 aset perbankan tumbuh 7,21 persen, kredit tumbuh 9,38 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,05 persen . Semuanya tumbuh positif, namun dibanding 2016 sedikit lebih rendah.

"Ini disebabkan oleh semakin berkembangnya alternatif berinvestasi. Ada bank, pasar modal, reksadana, investasi emas, peer to peer lending (Finansial Technology/Fintech), dan sebagainya," katanya. 

Menyiasati kondisi tersebut, lanjut Zulmi, OJK meminta perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit atau pembiayaan ke sektor-sektor produktif, termasuk ke sektor pertanian sebagai penyumbang utama PDRB Sulsel.

"Termasuk industri pengolahan, perikanan dan UMKM. Semuanya masih prospek. Ini akan menggerakkan sektor riil untuk pertumbuhan ekonomi Sulsel," terangnya.