Senin, 05 Februari 2018 10:56 WITA

Jaminan Bahan Baku Industri Tingkatkan Ekspansi dan Investasi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jaminan Bahan Baku Industri Tingkatkan Ekspansi dan Investasi

RAKYATKU.COM - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, sejumlah industri di dalam negeri siap melakukan perluasan usaha atau ekspansi pada tahun 2018. Namun, perusahaan tersebut masih menunggu kepastian mengenai pasokan bahan baku untuk menunjang peningkatan produksinya.

“Mereka, di antaranya adalah Coca-Cola, Mattel, Cabot Corporation, dan Cargill. Tetapi syaratnya bahan bakunya tidak diregulasi, atau tidak kena larangan dan pembatasan (lartas),” kata Menperin sesuai keterangan resmi yang diterima di Jakarta, belum lama ini.

Menperin meyakini, apabila kemudahan impor bahan baku diberikan, terutama yang tidak bisa diperoleh di dalam negeri, ekspansi dan investasi di sektor industri akan meningkat. “Ketersediaan bahan baku dapat menjaga kontinuitas produksi industri guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan industri terjamin produktivitasnya, efek berantai yang dibawa akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Misalnya, peningkatan terhadap nilai tambah, tenaga kerja, dan ekspor. “Industri juga menjadi kontributor terbesar melalui pajak dan cukai,” ujar Airlangga.

Mengenai pertumbuhan produksi industri, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis datanya, untuk skala manufaktur besar dan sedang mengalami kenaikan sebesar 4,74 persen tahun 2017 dibanding 2016. Lonjakan ini terutama disebabkan meningkatnya produksi industri makanan sebesar 9,93 persen.

Sedangkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur skala mikro dan kecil pada tahun 2017, juga ikut menanjak sebesar 4,74 persen terhadap tahun 2016. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya produksi komputer, barang elektronik dan optik sebesar 35,25 persen.

Menperin menambahkan, sejumlah perusahaan-perusahaan yang ingin ekspansi tersebut, memiliki daya saing yang cukup kompetitif di kancah global. Misalnya, Cabot Corporation, industri yang memproduksi bahan baku untuk industri ban, yaitu carbon black.

“Kemarin saya sudah ketemu Cabot, dan mereka di Indonesia sudah 30 tahun. Industrinya ini untuk pendalaman struktur dari sektor otomatif. Jadi, kita punya potensi yang luar biasa,” ungkapnya. Produksi carbon black perusahaan ini disebut sebagai nomor satu di dunia.

Selanjutnya, Cargill merupakan perusahaan di bidang pangan yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku. “Cargill yang membuat sweetener dari tapioka. Tentu bisa dikembangkan lagi sweetener dari jagung. Apalagi basisnya mereka ekspor,” tutur Menperin.

Selain memacu industri nasional semakin produktif, Kementerian Perindustrian juga meminta supaya mereka bisa lebih inovatif. Terlebih lagi dalam menghadapi era ekonomi digital dan penerapan teknologi revolusi industri keempat atau Industry 4.0 yang telah berjalan saat ini.