Senin, 15 Januari 2018 13:26 WITA

Cuaca Buruk, Menteri BUMN Batal Tinjau Proyek PLTB Sidrap

Editor: Mulyadi Abdillah
Cuaca Buruk, Menteri BUMN Batal Tinjau Proyek PLTB Sidrap
Suasana penyambutan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno yang akan meninjau proyek PLTB Sidrap, Senin (15/1/2018).

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno batal meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 75 Mega Watt (MW) di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Senin (15/1/2018).

Menteri BUMN sedianya mau hadir bersama Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Sofyan Basir dengan menggunakan helikopter dari Makassar.

Namun karena cuaca buruk disertai hujan gerimis dan kabut tebal di sekitar lokasi membuat helikopter yang ditumpangi Menteri BUMN dan Direktur Utama PLN batal mendarat di kawasan PLTB Sidrap.

"Jarak pandang minim, jadi diputuskan batal mendarat, di heli ada Ibu Menteri BUMN, lalu ada Dirut PT PLN, Dirut PT BNI, dan diambil keputusan batal mendarat dan kembali ke Makassar," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN di PLTB Sidrap, I Made Suprateka.

Menurutnya, PLTB Sidrap sendiri tengah diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang tidak lebih dari 100 meter, disertai dengan rintik hujan dan angin kencang.

Adapun proyek pembangkit dengan kincir angin ini digarap oleh investor asal Amerika Serikat, yakni UPC Renewables, bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan. 

Sejak ditandatangani pada Agustus 2015 lalu, penyelesaian PLTB diperkirakan sesuai target pada Februari 2018 mendatang.

Dari sisi nilai investasi proyek ini menelan investasi sebesar 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,99 triliun (dengan kurs dolar Rp 13.300).

PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang memanfaatkan lahan kurang lebih 100 hektar.