Selasa, 07 Juni 2016 13:32 WITA

Q1 2016, Pertumbuhan DPK Bank Syariah di Sulsel Melambat

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Jumardin Akas
Q1 2016, Pertumbuhan DPK Bank Syariah di Sulsel Melambat

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kinerja indikator perbankan syariah Sulawesi Selatan pada triwulan I (Q1) 2016 menunjukkan perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dana Pihak Ketiga (DPK) nasabah menunjukkan perlambatan pertumbuhan di periode pelaporan. DPK tumbuh 10,33 persen (yoy) lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya 28,83 persen (yoy).

Perlambatan pertumbuhan DPK disebabkan penurunan kinerja di seluruh komponen. Dimana Giro turun 19,53 persen dari 57,57 persen triwulan I 2015 menjadi 38,04 persen pada triwulan I 2016.

Tabungan turun 0,98 persen dari 19,34 persen (yoy) menjadi 18,36 persen di triwulan I 2016. Sementara deposito juga mengalami penurunan hingga 8,68 persen lebih rendah dari triwulan I 2015, yakni 31,58 persen jadi 22,90 persen di triwulan I 2016.

Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia, Kamaruddin Kammisi mengatakan, penurunan ini terbilang wajar, karena nasabah memang cenderung menyimpan dana di triwulan IV atau akhir tahun.

Loading...

"Pada triwulan I, nasabah lebih banyak melakukan penarikan dana yang umumnya mereka gunakan sebagai penambah modal usaha dan sebagainya," jelas Kama pada Rakyatku.com.

Di sisi lain, pembiayaan mengalami peningkatan dari 10,56 persen (yoy) pada triwulan IV 2015 menjadi 11,05 persen (yoy) pada triwulan I 2016.

Dengan pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan DPK, mengakibatkan Financing to Deposit Ratio (FDR) mengalami peningkatan. Di triwulan I 2016, FDR mencapai 165,43 persen lebih rendah dari triwulan sebelumnya 147,53 persen.

Sementara itu, kualitas pembiayaan terlihat relatif baik meskipun sedikit mengalami peningkatan non performing financing (NPF) dari 3,97 persen di triwulan IV 2015 menjadi 4,39 persen pada triwulan pelaporan.

Loading...
Loading...