Rabu, 03 Januari 2018 10:58 WITA

Selain Rokok dan Beras, Perumahan Juga Picu Kemiskinan di Sulsel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Selain Rokok dan Beras, Perumahan Juga Picu Kemiskinan di Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Selain rokok dan beras, kelompok pengeluaran perumahan juga turut andil terhadap naiknya jumlah warga miskin di Sulsel pada September 2017.

"Komoditi bukan makanan yang paling penting bagi penduduk miskin adalah pengeluaran perumahan," ujar Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Dia menjelaskan, pada September 2017, sumbangan pengeluaran perumahan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 9,90 persen di perkotaan dan 9,12 persen di perdesaan. 

Selain perumahan, barang-barang kebutuhan non-makanan Iain yang berpengaruh cukup besar terhadap Garis Kemiskinan di antaranya, listrik dengan presentase 3,90 persen di perkotaan dan 1,47 persen di perdesaan. 

Bensin juga memiliki peran sebesar 2,65 persen di perkotaan dan 1,92 persen di perdesaan. Selain itu pendidikan mempengaruhi sebesar 2,34 persen di perkotaan dan 1,23 persen di perdesaan.

"Sisanya dan perlengkapan mandi  dengan presentase 1,60 persen di perkotaan dan 0,88 persen di perdesaan," jelasnya.

Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan (Sulsel) jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan dari Spetember 2016 ke September 2017.

Per September 2017 penduduk miskin Sulsel berjumlah 825,97 ribu jiwa meningkat sebesar 12,9 ribu jiwa, atau meningkat 29,16 jiwa dibandingkan kondisi September 2016.