Rabu, 03 Januari 2018 10:17 WITA

Rokok dan Beras Picu Naiknya Jumlah Warga Miskin di Sulsel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Rokok dan Beras Picu Naiknya Jumlah Warga Miskin di Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengeluaran untuk rokok kretek dan beras berperan dalam naiknya jumlah warga miskin di Sulsel pada September 2017. Selain dua kelompok pengeluaran itu, beberapa sektor pengeluaran juga ikut memicu kenaikan jumlah warga miskin.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, jumlah penduduk miskin di Sulsel mencapai 825 ribu hingga September lalu. Atau naik 12,9 ribu jiwa dari September 2016.

"Komoditi makanan yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras. Pada bulan September 2017, sumbangan pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 16,14   persen di perkotaan dan 21,99 persen di pedesaan," ujar Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Dia menjelaskan, penghitungan jumlah warga miskin memperhatikan komponen Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). 

Dari situ terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. 

Rokok kretek filter sendiri berkontribusi sebesar 10,75 persen di perkotan dan 13,74 persen di perdesaan. 

Selain beras, barang-barang kebutuhan pokok Iain yang berpengaruh cukup besar terhadap GKM, daging sapi dengan 6,05 persen di perkotaan dan 2,70 persen di pedesaan. "Ada juga bandeng, telur ayam ras, dan mi instan," jelas Nursam.