Senin, 25 Desember 2017 17:04 WITA

Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Bertahan di 2018

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Bertahan di 2018
int

RAKYATKU.COM - Sejumlah ekonom dunia memprediksi kenaikan harga minyak masih akan bertahan hingga kuartal pertama 2018. Pergerakan harga yang rendah dan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah kemungkinan akan mengimbangi kenaikan harga di awal tahun depan.

"Meskipun kita dapat dengan mudah melihat eskalasi ketegangan di Timur Tengah, dengan tidak adanya itu, optimisme mungkin salah tempat sampai enam bulan. Semua orang sepertinya menghadapi hal yang sama mengenai minyak pada saat dan saat ini terjadi Anda harus sangat berhati-hati," ujar Direktur dan Ekonom Senior di Longview Economics, Harry Colvin dikutip dari CNBC, Senin (25/12/2017).

Harga minyak telah pulih lebih dari sepertiga sejak mencapai posisi terendah di Juni 2017. Keuntungan sebagian besar disebabkan oleh pemotongan pasokan global yang dilaksanakan oleh produsen OPEC dan non-OPEC pada awal tahun ini.

Goldman Sachs mengatakan, komitmen pimpinan OPEC yang lebih kuat dari perkiraan untuk memperpanjang pemangkasan produksi kemungkinan akan mendukung harga minyak hingga 2018. Bank AS mencabut perkiraan harga Brent untuk tahun depan menjadi $ 62 per barel dan proyeksi West Texas Intermediate (WTI) untuk $ 57,50 per barel Revisinya naik dari $ 58 per barel dan $ 55 per barel.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) dan Badan Energi Internasional (IEA) telah mengindikasikan pertumbuhan permintaan global yang kuat pada tahun 2018 pada 1,3 persen atau lebih. 

"Sebuah benjolan yang benar-benar penting dalam debat dengan minyak adalah apa yang akan terjadi dengan serpih AS?" kata Colvin.