Minggu, 24 Desember 2017 13:17 WITA

OJK : Kondisi Jasa Keuangan Sepanjang 2017 Stabil

Editor: Andi Chaerul Fadli
OJK : Kondisi Jasa Keuangan Sepanjang 2017 Stabil

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan mencatat sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir 2017 terus menunjukkan kondisi yang stabil dengan kinerja intermediasi yang berada pada level positif. 

“Stabilitas sektor jasa keuangan selama 2017 didukung oleh permodalan yang tinggi dan likuiditas yang memadai untuk mengantisipasi risiko dan mendukung ekspansi usaha,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resmi yang diterima Rakyatku.com, Minggu (24/12/2017).

Data OJK menunjukkan, sampai Nopember rasio kecukupan modal (CAR) perbankan sebesar 23,54 persen masih cukup jauh dari batas minimum batas minimum 8 persen.

Sementara itu rasio kesehatan sistem keuangan asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing tercatat sebesar 310 persen dan 492 persen. 

Likuiditas pasar juga terlihat memadai dengan Excess reserve perbankan per 13 Desember 2017 sebesar Rp644,95 triliun, rasio alat likuid per non-core deposit dan rasio alat likuid   per DPK masing-masing sebesar 101,75 persen dan 21,4 persen. 

Sementara net inflow di pasar modal domestik untuk posisi sampai 19 Desember 2017 sebesar Rp129,3 triliun, terutama  berasal dari pasar SBN.

Kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga berada pada level positif, terutama didukung oleh penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp257,02 triliun,  melebihi target tahun 2017 sebesar Rp217,02 triliun. 

Sementara itu, intermediasi perbankan sudah mulai tumbuh ditunjukkan angka kredit perbankan hingga akhir November 2017 telah meningkat sebesar Rp228 triliun. Sehingga total kredit perbankan mencapai Rp4.605 triliun atau tumbuh sebesar 7,47 persen yoy. 

“OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2017 berada di kisaran  7-9 persen. Deviasi pertumbuhan kredit perbankan dibandingkan dengan target Rencana Bisnis  Bank 2017 sebesar 11,86 peewen yoy disebabkan oleh konsolidasi yang dilakukan oleh perbankan nasional sehubungan dengan risiko kredit termasuk melalui hapus buku terhadap kredit bermasalah terutama untuk segmen kredit berbasis komoditas beserta  
turunannya,” kata Wimboh.

Sementara, tingkat kredit/pembiayaan bermasalah secara umum juga masih berada dalam level yang terjaga, yakni sebesar 2,89 persen. untuk perbankan dan 3,08 persen untuk perusahaan pembiayaan.

Sedangkan tingkat suku bunga perbankan, baik bunga deposito maupun tingkat bunga pinjaman menunjukkan tren menurun. Data sampai dengan November 2017 menunjukkan fakta bahwa suku bunga deposito 1 bulan rata-rata 5,72 persen, turun 64 bps dibanding tahun lalu dan suku bunga kredit rata-rata 11,45 persen, turun 72 bps dibanding tahun lalu.

Tags