Sabtu, 04 Juni 2016 17:00 WITA

Begini Kiraan Ekonomi Sulsel Triwulan ke II, Ekonomi Global Diwaspadai

Penulis: Nurhikmah
Editor: Almaliki
Begini Kiraan Ekonomi Sulsel Triwulan ke II, Ekonomi Global Diwaspadai

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia Wilayah Sulsel optimis perekonomian Sulsel di triwulan II 2016 bakal meningkat. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh semua komponen sisi pengeluaran seperti konsumsi, investasi,dan ekspor luar negeri.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel diperkirakan berada di kisaran 7,6 persen hingga 8,0 persen year on year (yoy).

Dari sisi pengeluaran, kenaikan konsumsi rumah tangga dan LNPRT tercermin dari optimisme konsumen (hasil survei BPS dan BI) dan akan adanya tunjangan hari raya.

"Investasi diperkirakan terakselerasi karena pembangunan infrastruktur (energi, jalan, dan komunikasi). Sementara aktivitas ekspor diperkirakan akan sedikit membaik, disertai risiko permintaan negara mitra dagang yang masih lemah, dengan disinsentif harga internasional," kata Causa.

Dari sisi lapangan usaha, peningkatan pertumbuhan di triwulan II 2016 diperkirakan akan terjadi pada sektor pertanian, sektor pengadaan listrik dan gas, sektor konstruksi, dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Loading...

"Dengan mempertimbangkan kondisi terkini indikator ekonomi domestik dan global, perekonomian Sulsel pada 2016 dan 2017 diperkirakan tumbuh sedikit membaik sekira 7,6 persen hingga 8,0 persen dibandingkan pertumbuhan 2015 hanya 7,15 persen yoy," jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi pada 2016, diperkirakan mengalami perbaikan dalam kisaran 7,6 persen sampai 8,0 persen dengan asumsi terjadi perbaikan harga komoditas internasional dan ekonomi negara mitra dagang, khususnya dari negara maju seperti Amerika Serikat, kawasan Eropa, dan ASEAN. Dari sisi domestik, pendorong berasal dari realisasi penyaluran belanja pemerintah pusat dan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu menurut Causa ada beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai ke depan seperti ketidakpastian ekonomi global yang masih akan berlanjut, kembali rebound-nya harga minyak dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, dan permasalahan harmonisasi kebijakan ekonomi pemerintah pusat dan daerah.

Pada tahun 2017, pertumbuhan perekonomian diprakirakan juga akan kembali meningkat dalam kisaran 7,6 persen sampai 8,0 persen seiring dengan terjaganya laju pertumbuhan perekonomian global, membaiknya harga komoditas internasional, dan pembangunan infrastruktur.

Loading...
Loading...