Rabu, 29 November 2017 08:53 WITA

Melawan Inflasi dengan Teknologi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Melawan Inflasi dengan Teknologi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Inflasi itu seperti penyakit gula. Bahaya dan bisa menggerogoti pertumbuhan ekonomi dan merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat. Perlu senjata dan treatment khusus untuk berperang melawan inflasi. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan, inflasi yang tinggi memiliki dampak yang sangat besar. "Bisa menurunkan data beli masyarakat, investasi produktif bisa terhambat karena suku bunga tinggi dan sebagainya," katanya, belum lama ini.

Dia melanjutkan, dampak lain dari inflasi yang tinggi adalah kemiskinan. Menurut Iskandar, ketika inflasi naik satu persen maka akan menambah jumlah orang miskin sebesar 120 ribu orang.

“Tidak hanya itu, inflasi naik satu persen maka akan ada peningkatan beban bunga surat berharga Negara (SBN) hingga Rp 300 miliar,” ujar dia.

Secara kedaerahan, dalam menekan laju inflasi, pemerintah daerah dapat memotivasi masyarakat secara berkelanjutan agar hasil produksi meningkat.

Terutama, peningkatan hasil produksi untuk barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, minyak, gula, sayur, dan sebagainya akan sangat membantu dalam mengurasi inflasi.

Sedangkan, untuk melaksanakan setiap langkah yang direncanakan dalam menekan inflasi, peran teknologi di dalam prosesnya menjadi vital.

Misalnya, terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi Jawa Tengah yang melahirkan aplikasi pemantau harga bernama Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati).

Aplikasi tersebut sudah lebih dari satu tahun diterapkan di Jawa Tengah dan cukup efektif untuk memantau perkembangan harga di provinsi itu.

"Itu (Sihati) alat paling efektif dengan menggunakan teknologi. Kalau enggak, kita mesti turun satu per satu dan itu impossible untuk hari sekarang," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Aplikasi semacam Sihati tersebut, mampu menciptakan transparansi informasi harga pasar terutama untuk komoditas bahan pangan. Pemerintah daerah dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui aplikasi maupun sistem online real-time dapat mengurangi atmosfer ketidakpastian di masyarakat.  

Dengan pemanfaatan teknologi, pemerintah dapat memastikan ketersediaan dan akses masyarakat  untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Sehingga mengurangi peluang bagi kelompok tertentu mempermainkam harga.

Teknologi informasi dapat membantu dalam proses pengontrolan harga. Harga menjadi salah satu aspek krusial ketika berhadapan dengan inflasi. 

Dengan penggunaan sistem yang terintegrasi, maka pengaturan limit harga untuk kebutuhan pokok menjadi lebih cepat dan efisien. Sehingga pemantauan dapat dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat.