Selasa, 28 November 2017 10:28 WITA

Ada Pegadaian, Jangan Simpan Emas di Dalam Kaleng

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ada Pegadaian, Jangan Simpan Emas di Dalam Kaleng
Kakanwil Pegadaian VI Makassar, Benzani (kiri) dan Direktur Rakyatku.com, Subhan Yusuf

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Emas adalah alat investasi yang dikenal sejak ribuan tahun lalu. Di Sulawesi Selatan, emas bahkan menjadi alat investasi yang paling banyak dikoleksi masyarakat. Hampir seluruh kalangan menyimpannya dalam bentuk perhiasan.

"Di masa lalu, kan nenek-nenek kita memang sudah nabung emas. Tapi caranya dibeli dalam bentuk perhiasan dan disimpan di dalam kaleng. Tahu-tahu sudah ada 2,5 kg," kata Kakanwil Pegadaian VI Makassar, Benzani saat dikunjungi Rakyatku.com di kantornya, Selasa (28/11/2017).

Pola investasi kuno tersebut, kata Ben, sudah harus ditinggalkan. Sudah bukan zamannya.

Berbagai kemudahan sudah ditangan. Seperti Pegadaian, perusahaan yang identik dengan tempat gadai emas ini mulai bertransformasi. "Sekarang kita sudah punya lini bisnis, pembiaayaan, investasi, dan multi payment," katanya.

Ada Pegadaian, Jangan Simpan Emas di Dalam Kaleng

Di lini investasi, PT Pegadaian sudah menyediakan pembelian emas baik secara tunai maupun kredit. "Jadi tidak perlu lagi simpan emas di kaleng. Simpan di dalam selembar kertas buku tabungan di Pegadaian. Kan lebih aman. Dan fisiknya ada tersimpan di kantor pusat kami," jelas dia.

Ada Pegadaian, Jangan Simpan Emas di Dalam Kaleng

Ben melanjutkan, berinvestasi dengan cara menabung emas di Pegadaian terus memberi kemudahan. Yang terbaru, Pegadaian bekerjasama dengan bank BNI untuk auto debit dari rekening nasabah untuk pembayaran  tabungan emas per bulan.