Sabtu, 25 November 2017 14:15 WITA

Press Gathering PLN Sulselrabar

Mengintip Pembangkit Listrik dan Gardu Induk di Jeneponto dan Bantaeng

Editor: Mulyadi Abdillah
Mengintip Pembangkit Listrik dan Gardu Induk di Jeneponto dan Bantaeng
Kantor PLTU Punagaya

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), menggelar press gathering with solidarity bertema "Bersama Pers Terangi Sulsel".

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Jumat (24/11/2017) sampai Sabtu (25/11/2017) ini, diisi dengan kunjungan ke pembangkit dan gardu induk yang dikelola oleh PLN Wilayah Sulselrabar di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng Provinsi Sulsel.

Kunjungan pertama, yaitu PLTU Punagaya. Pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap ini merupakan salah satu sumber penghasil energi listrik yang dimiliki PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar.

Jumat, 24 November 2017, sejumlah awak media dari Kota Makassar berkesempatan mengunjungi PLTU yang berada di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Menempuh perjalanan sekira tiga jam dari Kantor PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, Jalan Hertasning, Kota Makassar. Rombongan akhirnya tiba di PLTU berkapasitas 2×100 Megawatt (MW) itu, pukul 11.01 Wita.

Memasuki kompleks PLTU Punagaya, rombongan yang menumpangi bus pariwisata langsung mendapat sambutan hangat dari para pekerja dan pimpinan. Antara lain Manager Sektor Pembangkitan Punagaya Dimas Satria dan Asisten Manager Energi Primer Punagaya Edwin Tri.

"Saat ini kita berada di PLTU Punagaya. PLTU terbesar di bagian Indonesia Timur. Saat ini kita bisa melihat lokasi pembongkaran batu bara sebagai salah satu energi primer kita," kata Dimas sembari memandu rombongan melihat PLTU dengan luas sekitar 10 hektar lebih itu.

Sembari memaparkan proses kerja PLTU, Dimas Satria di dampingi Edwin Tri terus mengarahkan pandangan peserta press gathering pada sejumlah perangkat dan peralatan yang didominasi dengan warna kuning dan biru.

"Di sini adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal tongkang, yang dibawa dari Kalimantan. Setelah dibongkar, batu bara akan ditransfortasikan menggunakan bad confire menuju boiler. Batu bara ini dibakar untuk memanaskan air guna menghasilkan daya listrik," ungkapnya.

Mengintip Pembangkit Listrik dan Gardu Induk di Jeneponto dan Bantaeng

Usai mengelilingi PLTU Punagaya, rombongan langsung bergerak menuju Gardu Induk (GI) PLN Bantaeng Switching dan GI Bantaeng Smelter, yang terdapat di kompleks industri. Manajer UPT Sulselrabar, Rahmat mengatakan, gardu induk ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan listrik industri.

"Listrik di gardu induk ini disuplay dari GI Bantaeng New dan GI Bulukumba. Ini merupakan wujud komitmen PLN untuk mendukung program investasi di Sulsel, dan sudah siap dari tahun lalu," ungkapnya.

Mengintip Pembangkit Listrik dan Gardu Induk di Jeneponto dan Bantaeng

Khusus GI Bantaeng Smelter yang tujukan untuk PT Huadi yang bisnisnya mencakup peleburan nikel ini, diharapkan dapat mulai beroperasi pada semester I 2018, dengan kemampuan daya yang disiapkan yaitu 3x60 MW.

Puas melihat-lihat kedua gardu induk di Kabupaten Bantaeng, rombongan kemudian meneruskan perjalanan ke Kabupaten Bulukumba, tepatnya di Same Resort, Tanjung Bira. Ditempat ini, rombongan melakukan beragam kegiatan, mulai dari bincang santai bersama pimpinan PLN Wilayah Sulselrabar, hingga game-game seru lainnya.

Press gathering with solidarity secara resmi ditutup. Rombongan kemudian bertolak kembali Kota Makassar, tepatnya pada pukul 13.00 Wita.