Selasa, 21 November 2017 21:19 WITA

Laporan Rakyatku.com dari Jakarta

Penyaluran Kredit Perbankan Untuk UMKM Masih Rendah

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Penyaluran Kredit Perbankan Untuk UMKM Masih Rendah

RAKYATKU. COM, MAKASSAR - Penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih tergolong rendah. 

Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Yunita Resmi Sari mengatakan, rata-rata pembiayaan UMKM oleh bank di Asia memiliki rasio 11,6 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP) dan 18,7 persen terhadap total pembiayaan.

"Dibandingkan dengan negara peer di Asia, penyaluran kredit UMKM Indonesia baru sebesar 7,1 persen terhadap GDP sehingga masih tergolong rendah," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Menurut Yunita, UMKM masih belum menjadi target utama dalam penyaluran kredit perbankan di kebanyakan negara Asia, misalnya Kamboja, Malaysia, dan Indonesia, karena tingkat risiko yang tinggi. Bahkan, kata dia, non-performing loan (NPL) kredit UMKM Indonesia masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya, seperti Thailand dan Kamboja.

"Oleh karena itu, perlu upaya khusus untuk mendorong intermediasi perbankan kepada UMKM," katanya.

Ia mengatakan kontribusi usaha terhadap PDB di Indonesia didominasi oleh UMKM yang mencapai 57,6 persen. Selain itu, 99,9 persen unit bisnis merupakan UMKM dan menyerap lebih kurang 97 persen tenaga kerja Indonesia. Menurutnya, berbagai kajian menunjukkan bahwa permodalan menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan UMKM.