Selasa, 21 November 2017 20:25 WITA

Laporan Rakyatku.com dari Jakarta

Bank Indonesia Akan Gabungkan LTV Spasial dan Segmented

Editor: Andi Chaerul Fadli
Bank Indonesia Akan Gabungkan LTV Spasial dan Segmented
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Linda Maulidina

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berencana mengkombinasikan kebijakan rasio antara nilai kredit terhadap agunan atau loan to value (LTV) untuk sektor properti. Tak hanya berdasarkan wilayah (spasial), relaksasi LTV juga akan berdasarkan segmentasi properti.

Namun, hal ini masih butuh pendalaman mengimplementasikan rencana kebijakan LTV spasial. Agar kredit di sektor properti meningkat, relaksasi LTV akan diperluas menjadi berdasarkan segmentasi properti.

"Jadi bisa apakah dilihat dari kredit kepada properti di bidang apartemen, rumah susun, ataupun rumah tinggal yang di atas tanah atau bentuk-bentuk targeted yang lain," ujar Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Linda Maulidina di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Perluasan relaksasi dilakukan karena LTV untuk properti di Indonesia tergolong tinggi, yakni 85 persen. Sementara negara-negara lain di dunia berkisar antara 70-80 persen.

Selain itu, dampak pelonggaran LTV untuk mendorong pertumbuhan kredit properti lebih lama ketimbang pengetatan LTV untuk menahan ekspansi kredit properti. BI pernah melakukan pengetatan LTV properti pada 2012 menjadi 70 persen dan melakukan pelonggaran di 2015 dan 2016.

"Di dua tahun, 2015 dan 2016 kami sudah melonggarkan LTV, tetapi dampaknya ke pertumbuhan kredit properti ternyata baru kelihatan di Juli 2017, memakan waktu hampir 1 tahun untuk kemudian direspon dengan pertumbuhan kredit properti di Juni, Juli, Agustus," jelasnya.

Namun pihaknya masih enggan menyebut kapan kebijakan ini akan diluncurkan. Ia hanya memastikan rencana LTV spasial tidak dihilangkan, melainkan dikombinasikan dengan LTV targeted.