Selasa, 21 November 2017 20:15 WITA

Laporan Rakyatku.com dari Jakarta

BI Optimis Peredaran Rupiah Jangkau Daerah Perbatasan

Editor: Andi Chaerul Fadli
BI Optimis Peredaran Rupiah Jangkau Daerah Perbatasan
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menargetkan peredaran mata uang Rupiah sudah merata di seluruh daerah, termasuk di perbatasan antar negara. Saat ini, sudah ada 152 titik distribusi uang untuk menjangkau 515 kabupaten/kota.

"Uang Rupiah yang beredar saat ini mencapai Rp600 triliun melalui 45 kantor BI yang tersebar di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Hal ini terkait pula dengan upaya pihak BI dalam menyukseskan program "BI Jangkau" yang kini tengah digencarkan. Baik melalui bank pemerintah maupun melalui kantor pegadaian dan kantor pos setempat.

"Ini agar semua sudah dapat uang rupiah emisi 2016. Sehingga uang yang beredah tidak lusuh lagi," jelas dia.

Khusus di wilayah perbatasan antarnegara, lanjut dia, sudah ada lima pos lintas batas negara, money changer, dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Yakni di NTT, Papua, Kalimantan Barat dua unit, dan menyusul dua unit di Nusa Tenggara Timur.

"Uang Rupiah selain sebagai alat transaksi, juga adalah simbol kedaulatan negara. Sehingga uang rupiah harus digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia di dalam negeri. Tidak menggunakan mata uang negara lain seperti yang masih ada ditemukan di wilayah perbatasan," katanya.