Selasa, 21 November 2017 12:36 WITA

Laporan Rakyatku.com dari Jakarta

Bank Indonesia Masih Kaji Aturan LTV Spasial

Editor: Andi Chaerul Fadli
Bank Indonesia Masih Kaji Aturan LTV Spasial

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu kebijakan makroprudential yang paling banyak diperbincangkam saat ini adalah Loan To Value (LTV) spasial yang masih dikaji Bank Indonesia (BI). Nantinya, sistem ini akan membedakan penerapan rasio pemberian kredit dari perbankan.

Rencana tersebut dikaji bank sentral lantaran pertumbuhan kredit properti memiliki perkembangan yang berbeda-beda di tiap wilayah di Indonesia.

“Kalau kita kaji pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini, yang membuat lemah adalah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Kalau kita dalami kondisi sektor otomotif atau properti juga berbeda-beda setiap regional,” kata Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Linda Maulidina pada Pelatihan Wartawan Daerah di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Bank sentral telah mengeluarkan kebijakan relaksasi LTV pada Agustus 2016. Hal ini diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/16/PBI/2016 tentang Rasio LTV/ Financing to Value (FTV), dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

PBI tersebut menetapkan LTV rumah tapak pertama menjadi 85 persen, rumah kedua 80 persen, sedangkan yang ketiga dan seterusnya 75 persen. Besaran yang sama juga berlaku untuk rumah susun.