Senin, 20 November 2017 18:36 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Agen Perisai

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Agen Perisai

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Sosialisasi Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai), di Hotel The Rinra, Senin (20/11/2017).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan perluasan kepesertaan dan perlindungan bagi pekerja. Dimana, konsep Perisai ini merupakan adaptasi dari skema bisnis "Jimikumiai" dan "Sharoushi" yang dijalankan di negara Jepang.

"Implementasinya ini terbatas. Sampai akhir Desember, kita hanya terima 1.200 perisai, di seluruh kota di Indonesia. Dibatasi, karena ini untuk mengukur kemampuan sistem teknologi, kesiapan infrastruktur, semua kita akselerasi semuanya," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan memantau dan mengkaji bagaimana prospek Perisai ini, hingga akhir Desember. Ia mengaku, jika hal tersebut sesuai yang diharapkan, maka tahun depan, pihaknya akan membuka penerimaan Perisai dengan minimal 4.000 dan maksimal 10.000 perisai.

"Hari ini kita lakukan sosialisasi awal, kita beberkan, apa sih perisai itu, bagaimana tupoksinya (tugas pokok dan fungsi), dan apa saja keuntungan jika menjadi perisai," tambahnya.

BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Agen PerisaiAgus mengungkapkan, semakin banyak perisai merekrut peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka semakin banyak pula keuntungan yang akan Perisai dapatkan. Pasalnya, jumlah keuntungan Perisai akan dihitung berdasarkan persentase pembayaran iuran peserta yang direkrut.

"Selain itu, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan akan semakin banyak, dan ini sesuai dengan amanah, dimana BPJS Ketenagakerjaan dituntut, untuk memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja di Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk dapat menjadi Perisai, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, beberapa diantaranya yakni, harus memiliki komunitas dan relasi yang luas.

"Nanti calon perisai akan mengikuti training, mereka akan dididik dan dilatih dan jika lulus ujian akan dikasih sertifikat. Namun, bila dalam waktu tiga bulan mereka tergolong tidak aktif, atau melakukan pelanggaran yang membuat citra BPJS Ketenagakerjaan menjadi buruk, makan secara otomatis akan kita non-aktifkan," paparnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku Sudirman Simamora, Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Utoh Banja, dan Asisten Deputi Bidang Program Review Ivan Sahat H Pandjaitan.