Senin, 20 November 2017 15:19 WITA

Laporan Rakyatku.com dari Jakarta

Inflasi Naik 1%, Warga Miskin Bertambah 120.000 Orang

Editor: Andi Chaerul Fadli
Inflasi Naik 1%, Warga Miskin Bertambah 120.000 Orang

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir memaparkan dampak inflasi terhadap perkembangan ekonomi daerah.

Iskandar menjelaskan, inflasi yang tinggi memiliki dampak yang sangat besar. "Bisa menurunkan daya beli masyarakat, investasi produktif bisa terhambat karena suku bunga tinggi, dan sebagainya," kata dia saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Wartawan Daerah yang digelar Bank Indonesia di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dia melanjutkan,  dampak lain dari inflasi yang tinggi adalah kemiskinan. Menurut dia, ketika inflasi naik sebesar satu persen, maka akan menambah jumlah orang miskin sebesar 120 ribu orang.

“Tidak hanya itu, inflasi naik satu persen maka akan ada peningkatan beban bunga surat berharga Negara (SBN) hingga Rp300 miliar,” tuturnya.

Sementara itu, Ekonom Lana Soelistyoningnsih mengatakan, dampak dari inflasi yang terjadi sejak tahun  2014 hingga 2016 berdampak bagi para pekerja berpenghasilan tetap dan diatur oleh UMP. 

Menurut dia, UMP real masyarakat setelah dikurangi inflasi pada kurun waktu tersebut menurun hingga 10 persen. 

"Nah, kendati tahun 2017 ini UMP real naik 5 persen, namun belum bisa menutupi penurunan di tahun-tahun sebelumnya. Hal inilah yang mendorong daya beli masyarakat belum bisa meningkat," katanya.