Senin, 20 November 2017 12:27 WITA

Apersi Ungkap Sulitnya Program Sejuta Rumah di Sulawesi Selatan

Editor: Mulyadi Abdillah
Apersi Ungkap Sulitnya Program Sejuta Rumah di Sulawesi Selatan
Foto: Himawan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel, Yunus Genda mengungkapkan masih banyak kendala yang menghalangi terwujudnya program sejuta rumah khususnya di Sulawesi Selatan.

Menurut Yunus, penyebab utama sulitnya membangun rumah dikarenakan lahan yang semakin hari semakin naik. Hal ini berlawanan dengan komitmen Apersi yang mengutamakan pembangunan rumah untuk MBR. 

"Kalau melihat dari suplai industri perumahan, kami memang konsen terhadap pembangunan MBR. Karena kita memang prihatin bahwa di samping kita membangun rumah kita tentu nawaitunya juga bernilai ibadah," ucap Yunus Genda dalam acara sosialisasi dan edukasi SMF dan percepatan program sejuta rumah di Indonesia di Hotel Arthama, Senin (20/11/2017). 

Dipaparkan, harga lahan semakin hari kian naik. "Yang ada di Makassar itu hanya di pinggiran kota, mana ada insan-insan yang mau kesana? Kan sulit. Mau cari di tengah kota itu harganya sudah satu juta ke atas. Untuk program rumah mbr maksimal tanahnya itu 150 ribu mana ada di tengah kota 150 ribu?" imbuhnya. 

Yunus juga menyebut proses persertifikatan rumah sangat tidak mudah diwujudkan. Hal ini semakin memperpanjang permasalahan masyarakat sulit mendapatkan KPR. 

Kendala lain kata Yunus yaitu sulitnya mendapatkan izin prinsip untuk membangun. Ia mengatakan ada perbedaan antara perizinan yang dikeluarkan di tiap tingkatan pemerintahan. Perizinan menurut Yunus terkadang tidak satu instruksi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, dan kabupaten atau kota. 

"Biasanya kalau pusat mengatakan izinnya itu kasi mudah kalau perlu gratis, di daerah pasti mengatakan inikan punya BAD, tidak ada sumber dana saya,"jelasnya. 

Lebih lanjut, faktor-faktor seperti maaih banyak masyarakat yang tidak ber-bankable dan harga-harga rumah di setiap daerah yang tidak merata turut menjadi faktor penghambat program sejuta rimah untuk masyarakat berpenghasilan rendag sangat sulit dilakukan. 

"Itulah kesulitan kita, bagaimana mensiasati. Kalau bisa disederhanakanlah," pungkasnya.