Kamis, 16 November 2017 11:32 WITA

Neraca Perdagangan Alami Trend Defisit, Sulsel Merugi Rp665 Miliar

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Neraca Perdagangan Alami Trend Defisit, Sulsel Merugi Rp665 Miliar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Neraca perdagangan Sulawesi Selatan masih mengalami defisit sepanjang Januari- Oktober 2017.  

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, neraca perdagangan Sulsel defisit berdasarkan akumulasi Januari -Oktober 2017 sebesar USD50,39 juta atau Rp665 miliar (USD:Rp13.000)

Angka kerugian tersebut diperoleh dari selisih nilai ekspor dan impor Sulsel, dimana pada Januari - Oktober 2017, jumlah ekspor Sulsel hanya mencapai USD822,73 atau Rp11 triliun. Sementara itu, nilai impor melonjak sebesar USD873,66 atau Rp11,35 triliun. 

Kepala  BPS Sulsel Nursam Salam mengatakan, defisit yang terjadi akibat ekspor Kakao Sulsel yang semakin berkurang.

"Kakao adalah salah satu produk ekspor andalan Sulsel selama ini,  sayangnya saat ini permintaan Kakao di pasar internasional sedang  lesu," kata Nursam. 

Selain nilai ekspor yang menurun, impor Sulsel justru mengalami pembengkakan. Beruntung, pembengkakan tersebut terjadi pada barang-barang modal industri seperti mesin-mesin mekanik dan  peralatan listrik.  

"Artinya saat ini Sulsel sedang dalam masa pembangunan  infrastruktur, tentu hal ini akan berdampak positif kedepannya," jelas Nursam.