Rabu, 08 November 2017 16:29 WITA

Mars-Unhas Gelar Seminar Literasi Kewirusahaan Sektor Perkebunan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Mars-Unhas Gelar Seminar Literasi Kewirusahaan Sektor Perkebunan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT MARS bersama Universitas Hasanuddin menggelar seminar dan workshop literasi kewirausahaan Industri kreatif Sektor Pertanian-Perkebunan bagi mahasiswa dan generasi muda di Unhas, Rabu (8/11/2017).

Director Corporate Affairs PT Mars, Arie Novel Iskandar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus berbagi pengalaman tentang upaya menggairahkan kembali produktivitas kakao Sulsel.

Dia mengatakan, perusahaannya tergerak untuk mendorong minat generasi muda untuk menjadi petani milineal, tanpa meninggalkan sektor perkebunan yang sebenarnya potensial jika dikelola dengan baik.

"Salah satunya adalah melirik kembali perkebunan kakao yang belakangan ini sudah mulai ditinggalkan," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, MARS sebagai produsen kembang gula berbahan baku kakao, selain mengembangkan industrinya, MARS juga membangun ekosistem kakao. "Dalam hal ini, tidak hanya mendorong pengadaan biji kakao yang unggul, tetapi juga bagaimana meningkatkan pendapatan petani," katanya.

Sementara itu, pakar pertanian dari Universitas Hasanudin, Dr Untung Suropati mengatakan, masa gemilang produksi kakao Sulsel yang pernah mencapai 700 ribu ton per tahun pada era 1990-an. Namun kini tinggal kisaran 300 ton per Ha dan akan terus menurun tahun berikutnya, perlu kebijakan taktis untuk menyikapi kondisi di lapangan. 

Dia mengatakan, pemerintah hendaknya memantapkan dan mengacu pada hasil riset sebelum menetapkan dan menerapkan kebijakan. 

"Jangan sampai terulang lagi, kebijakan dengan tiga teknologi pertanian yang hasilnya belum optimal dirasakan petani hingga saat ini," katanya. 

Ketiga teknologi pertanian itu adalah semantic embryogenesis, sambung samping dan sambung pucuk. Sementara itu, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indrayani yang menjadi salah satu pembicara pada seminar tersebut mengatakan, perlu mengubah mind set petani untuk mengembalikan kejayaan Sulsel sebagai produsen kakao terbesar skala nasional. 

"Selain itu, generasi muda harus diarahkan menjadi petani milenial dengan mengubah mind set, setelah keluar dari perguruan tinggi bukan lagi mencari kerja, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan," ujarnya. 

Tags