Jumat, 03 November 2017 15:58 WITA

OJK: Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh Positif

Editor: Fathul Khair Akmal
OJK: Kinerja Perbankan Sulsel Tumbuh Positif

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI menggelar journalist update mengenai kinerja industri keuangan di Sulawesi Selatan untuk periode September 2017. Kegiatan ini digelar di Kantor OJK Regional VI,  Jumat (3/10/2017).

Kepala OJK Regional VI, Zulmi mengatakan, aset perbankan Sulawesi Selatan (Sulsel) per September 2017 tumbuh signifikan 6,72 persen (yoy) atau 4,34 persen (ytd) menjadi Rp133,61  triliun, dari sebelumnya Rp125,20 triliun. 

"Jika dibreakdown, Bank Umum masih dominan dengan total aset Rp131,2 triliun. Sedangkan BPR sekitar Rp2,9 triliun," jelasnya. 

Zulmi melanjutkan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit yang mencapai 6,45 persen (yoy)atau 5,30 persen (ytd) menjadi Rp111,31 triliun dari sebelumnya Rp104,5 triliun. 

Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit produktif. Dimana share-nya mencapai 56,16 persen dan tumbuh 3,85% yoy atau 3,39 persen (ytd) menjadi Rp62,51 triliun. Adapun kredit konsumtif dengan share 43,84 persen tumbuh 9,99 persen (yoy) atau 7,86 persen (ytd).

"Dengan rincian kredit modal Kerja Rp43,06 triliun dan kredit investasi Rp19,45 triliun," katanya. 

Sementara itu, terkait penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per September 2027 sudah mencapai Rp87,68 triliun, yang 
terdiri dari DPK bank umum Rp86,22  triliun dimana DPK-nya tumbuh 3,60 persen (yoy), atau 3,55 persen (ytd). Sedangkan DPK BPR  mencapai Rp1,46  triliun. Angka ini tumbuh 19,76 persen (yoy) atau 17,15 persen (ytd).

"DPK yang dihimpun terdiri dari Tabungan Rp45,02 triliun atau 52,21 dari total  DPK, deposito Rp28,37 triliun, atau 32,9 persen, dab Giro Rp12,83 triliun atau 14,88 persen," pungkasnya.