Senin, 09 Oktober 2017 13:16 WITA

Hotel Grand Sayang 100 Persen Milik Pemprov Sulsel

Editor: Mulyadi Abdillah
Hotel Grand Sayang 100 Persen Milik Pemprov Sulsel
Foto: IST

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meresmikan Hotel Grand Sayang Park (GSP), pada Senin pagi (9/10/2017).

Hotel ini terletak di Jalan Manunggal, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, bersebelahan dengan Taman Maccini Sombala atau yang biasa disebut Maccini Sombala of Indonesia (MoI). 

Hotel ini dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel dengan kepemilikan aset 100 persen milik Pemprov Sulsel. Direktur Utama Perusda Sulsel Haris Hodi mengatakan, hotel ini dibangun dengan anggaran Rp16 miliar dari hasil penjualan saham yang dimiliki Pemprov di Hotel Imperial. 

"Hotel ini dirintis sejak tahun 2012, sejak persiapan dan negosiasi, khususnya ke PT Lippo Karawaci Tbk. Ini dibangun dari penjualan saham Pemprov 0,08 persen dari Hotel Imperial," kata Haris. 

Dengan fasilitas lengkap, hotel bintang tiga ini memiliki 100 kamar dan dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Sulsel. Tidak menggunakan operator perhotelan, namun tetap dengan jasa konsultan perhotelan.

Keunggulan lainnya adalah memiliki taman seluas 4,5 hektar, terdapat hutan kota, dekat dari dua mal besar yaitu GTC dan TSM di Metro Tanjung Bunga. Melibatkan SDM 90 persen warga lokal. 

Hotel Grand Sayang 100 Persen Milik Pemprov Sulsel

Hotel ini menyasar event atau aktifitas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya lingkup Pemprov Sulsel yang menggelar kegiatan seperti pelatihan. "Misalnya training atau pelatihan.  Hotel ini hadir bukan untuk menjadi saingan hotel lain," katanya. 

Terdapat empat ruangan meeting yang dapat menampung 50, 75 bahkan ada yang sampai 150 orang peserta. Penyempurnaan hotel ini terus berproses hingga tiba saatnya grand launching nantinya. 

Misalnya, bagian kelistrikan dan penyediaan akses internet yang belum seratus persen. Untuk perizinan, Haris menjelaskan, izin operasional dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sudah selesai. Walaupun masih ada izin lain yang sedang berproses. 

Sementara itu Direktur Keuangan Hotel Grand Sayang Park, Tony Pahlevi mengatakan, target yang diharapkan untuk pendapatan asli daerah sebesar Rp600 juta di tahun ini. 

"Itu target PAD 2017, disetor di 2018. Jika income Rp1 miliar, aturannya bahwa deviden yang harus disetorkan ke Pemprov 55 persen dari net profit," katanya. 

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Hotel Grand Sayang Park ini  harus lebih baik lebih bersih dan lebih indah dari pada hotel-hotel yang ada di Makassar. 

"Hadirnya hotel ini saya kira ini hasil kerja kita semua. Ini juga membuktikan jika kita mampu mengelola aset kita. Tidak hilang tetapi kita mengembalikan," ujar SYL.

Berita Terkait