Rabu, 13 September 2017 15:57 WITA

HSBC dan PSF Edukasi Dosen di KTI Soal Keuangan

Editor: Andi Chaerul Fadli
HSBC dan PSF Edukasi Dosen di KTI Soal Keuangan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bank HSBC Indonesia bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) menggelar edukasi keuangan dan perbankan yang menyasar dosen di wilayah Indonesia Timur. Loka karya yang dilaksanakan di Universitas Hasanuddin, Rabu (13/9/2017) ini, adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Dengan lahirnya PT Bank HSBC Indonesia setelah berintegrasi di April 2017, HSBC hadir untuk mendukung masyarakat yang lebih luas, termasuk di Makassar.

“HSBC hadir di Makassar untuk menghubungkan masyarakat Makassar dengan beragam peluang dan menjadi bagian dari pertumbuhan di sini. Selain dengan beragam kapabilitas perbankan, kami memandang bahwa peningkatan pemahaman finansial pun penting bagi peningkatan kesejateraan masyarakat,” ujar Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability Bank HSBC Indonesia. 

Dia melanjutkan, dosen dipandang sebagai agen perubahan paling penting dalam misi edukasi keuangan HSBC dan PSF. Oleh karenanya, HSBC dan PSF melalui SU mengadakan lokakarya riset dan publikasi yang dikhususkan pada dosen. 

“Kami berharap lokakarya riset dan publikasi ini mampu meningkatkan minat dan jumlah penelitian, serta publikasi dalam sektor keuangan dan perbankan. Yang pada akhirnya akan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di Makassar dan sekitanya,” ujar Nuni.

Saat ini, penulisan dan publikasi karya ilmiah di Indonesia terbilang rendah. Menurut data Scimago Journal & Country Rank tahun 2015, karya dan publikasi ilmiah bidang bisnis dan manajemen di Indonesia berjumlah 452 dokumen.

“Publikasi riset di jurnal internasional dapat menjadi salah satu indikator kemajuan pendidikan sebuah negara. Terdapat dua tujuan utama dari lokakarya ini," kata dia.

Pertama, dosen diberikan pemahaman mengenai topik terkini di sektor keuangan dan perbankan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Baik yang menyangkut aspek makroprudensial maupun mikroprudensial.

"Kedua, lokakarya ini memberikan panduan praktis bagaimana menulis riset ilmiah dan melakukan publikasi riset di jurnal internasional,” jelas Wahyoe Soedarmono, Pengelola Proyek Program Kerjasama HSBC–PSF sekaligus Ekonom Sampoerna University. 

Nuni juga menjelaskan, HSBC senantiasa mendukung pendidikan di berbagai tingkatan, khususnya yang terkait bidang keuangan. "Kami memandang kalangan akademisi -terutama dosen- memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan," jelas dia.

"Karenanya, kami turut mendorong kegiatan riset yang berkualitas, yang pada akhirnya menjadi katalisator dalam kemajuan sektor keuangan dan perbankan di Indonesia,” tambah dia.

Menurut survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama pemerintah Australia dan Swiss pada 2016, hanya 41 persen masyarakat Indonesia Timur yang telah menggunakan layanan perbankan; sekitar 54 persen juga belum memiliki rekening bank sendiri. 

Di Sulawesi Selatan sendiri, survei OJK menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan masyarakat masing-masing berada di level 28,36 persen dan 68 persen.