12 September 2017 16:20 WITA

GNNT Mudahkan Penghitungan Aktivitas Keuangan

Editor: Andi Chaerul Fadli
GNNT Mudahkan Penghitungan Aktivitas Keuangan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel bekerjasama dengan PT Bank Mandiri menggelar diskusi publik Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) ‘Wujudkan Cashless Society’di Jade Hall Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (12/9/2017).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri yang terkait dengan transaksi non tunai mulai dari pihak bank, pengamatan ekonomi, regulator, hingga pakar.

Ketua PJI Sulsel, Abdullah Rattingan, belum lama ini menjelaskan, program transaksi non tunai ini perlu disosialisasi secara massif di seluruh Indonesia.

“Termasuk di Makassar. Kota metropolitan yang merupakan hub di Indonesia Timur dimana trasnsaksi cukup besar baik peruntukkan bisnis maupun rumah tangga. Sosialisasi ini harus meluas dan menyasar semua kalangan. Serta infomasi dipupuk sedini mungkin,” katanya.

Kepala BI Sulsel Bambang Kusmiarso dalam penjelasannya mengatakan, GNNT telah dicanangkan oleh Bank Indonesia pada 14 Agustus 2014. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non-tunai.

Sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang bertransaksi nontunai dengan menggunakan instrumen nontunai (Less Cash Society/LCS) dalam kegiatan ekonominya.

"Berbagai manfaat dapat dirasakan dengan bertransaksi nontunai. Pertama kepraktisan bertransaksi dan keamanan dalam membawa instrumen non-tunai dibandingkan dengan uang tunai. Selain itu, efisiensi biaya antara biaya produksi instrument nontunai dengan biaya pencetakan, peredaran serta pengelolaan uang tunai tunai," katanya.

Selanjutnya, keuntungan dari sisi pencatatan transaksi secara otomatis. Sehingga memudahkan dalam menghitung aktivitas ekonomi. 

"Hal tersebut tentu dapat mencegah underground economy yang umumnya dilakukan dalam bentuk tunai," katanya.

Tags
GNNT

Berita Terkait