05 September 2017 17:22 WITA

Harga Tiket Pesawat Turun, Sulsel Alami Deflasi 0,26 Persen

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Harga Tiket Pesawat Turun, Sulsel Alami Deflasi 0,26 Persen
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Setelah mengalami inflasi pada Juli hingga Agustus kemarin, Sulawesi Selatan kini mengalami deflasi 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,07. Deflasi 0,26 persen secara bulanan tersebut, membuat posisi inflasi Sulsel secara tahunan terjaga di angka 4,58 persen. 

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, 3 kota tercatat inflasi dan 2 kota lainnya tercatat deflasi. Inflasi tertinggi di Bulukumba 0,39 persen dengan IHK 136,39 dan terendah di Palopo 0,05 persen dengan IHK 127,53. Sedangkan deflasi tertinggi di Makassar 0,34 persen dengan IHK 130,71 dan deflasi terendah di Parepare 0,33 persen dengan IHK 125,32.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam mengatakan, deflasi yang terjadi di Sulsel disebabkan turunnya harga pada dua kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dandan jasa keuangan.

"Yang paling berkontribusi adalah angkutan udara. Karena harga tiket sekarang kan turun, setelah naik pada musim mudik Juni dan Juli," kata Nursam.

Masih merujuk data BPS, lima kelompok pengeluaran di Sulsel yang mengalami inflasi pada Agustus 2017 adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kesehatan, pendidikan dan olahraga.

Sementara itu, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel mengatakan, kondisi inflasi di Sulsel sampai saat ini masih terjaga dengan baik di angka 4,58 persen. Makanya, ke depan inflasi akan tetap diarahkan berada dalam kisaran sasaran inflasi tahun 2017, yaitu 4%±1%.

"Khusus untuk September, inflasi di Sulsel diperkirakan relatif rendah. Hal tersebut seiring dengan meredanya tekanan inflasi dari administered price, terutama berasal dari cukai rokok, pasokan pangan di Sulsel," kata Kepala BI KP Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Menurut Bambang, TPID akan terus memperkuat koordinasi dan menyusun roadmap pengendalian inflasi, baik ditingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Disamping itu, TPID Sulsel akan melakukan penguatan peran TPID melalui penyesuaian  struktur organisasi dan tugas TPID.

"Dengan penguatan tersebut, maka peran TPID diharapkan dapat lebih optimal dan efektif dalam pengendalian inflasi di Sulawesi Selatan. Disamping itu Bank Indonesia akan terus mendorong kerjasama antar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dalam pengelolaan surplus/defisit di Sulawesi Selatan," tukasnya.

Tags
BPS