29 August 2017 14:41 WITA

Laba Bersih Danamon Tumbuh 18% di Semester I 2017

Editor: Andi Chaerul Fadli
Laba Bersih Danamon Tumbuh 18% di Semester I 2017

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (Danamon) membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp2 triliun pada periode Januari-Juni 2017. Angka ini tumbuh 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba operasional tumbuh 22 persen menjadi Rp2,9 triliun. 

Pencapaian ini banyak didorong penurunan biaya kredit dan efisiensi pengelolaan operasional Danamon. Peningkatan kualitas aset juga tercermin dari penurunan total kredit bermasalah (non performing loans/npl) sebesar 4 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

“Kami terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Danamon untuk melayani nasabah lebih baik. Pada semester pertama tahun ini, Danamon memperluas layanan digital dengan peluncuran D-Connect, yang memberikan solusi terintegrasi untuk perbankan online dan mobile bagi segmen usaha," ujar Regional Head Danamon Sulampua, Hengky Tanring pada konferensi pers yang digelar hari ini, Selasa (29/8/2017).

Dalam hal kualitas layanan, kata dia, Danamon meraih peringkat ketiga secara keseluruhan dalam survey yang dilaksanakan Marketing Research Indonesia (MRI). "Kami meluncurkan program poin rewards D-Point sebagai apresiasi terhadap nasabah Danamon melalui pengumpulan poin yang dapat diraih melalui berbagai aktifitas perbankan,” kata dia.

Henry melanjutkan, portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Enterprise dan Mortgage. Kredit pada segmen UKM tumbuh 9 persen menjadi Rp 26,7 triliun. 

Portofolio Enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 6 persen menjadi Rp37,1 triliun. Sementara kredit Mortgage tumbuh 25 persen menjadi Rp4,9 triliun.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 4 persen menjadi Rp119,8 triliun pada akhir semester pertama tahun 2017 dibandingkan setahun sebelumnya. Di tengah lemahnya industri otomotif, pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 5 persen dibandingkan setahun sebelumnya didorong oleh segmen kendaraan roda dua dan empat. 

Pembiayaan Adira Finance pada akhir semester pertama 2017 sebesar Rp 44,6 triliun. Kredit kepada segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) turun 32 persen menjadi Rp 8,5 triliun karena kompetisi dan permintaan yang menurun.