Rabu, 16 Agustus 2017 13:08 WITA

PLN Siapkan Listrik, Konstruksi Tambang Emas di Luwu Dimulai

Editor: Andi Chaerul Fadli
PLN Siapkan Listrik, Konstruksi Tambang Emas di Luwu Dimulai
sumber: PLN.co.id

RAKYATKU.COM - Konstruksi tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Luwu segera dimulai. Hal ini ditandai dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara Masmindo Dwi Area dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), kemarin.

Dilansir laman resmi PLN, Rabu (16/8/2017), perusahaan tambang emas itu telah resmi sebagai pelanggan listrik Tegangan Tinggi (TT) daya 30 Mega Volt Ampere (MVA). Sebelumnya, pelanggan tegangan ini hanya ada dua perusahaan di Sulselrabar.

Masuknya Masmindo juga diklaim sebagai bukti surplus daya listrik di Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang membawa angin segar bagi iklim investasi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sulselrabar). 

“Proyek ini sangat-sangat maju dengan adanya ketersediaan listrik. Hal inilah yang sangat kami dambakan, yakni suplai tenaga yang handal. Kami harap proyek ini dapat menjadi kontribusi bagi pembangunan di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Direktur Utama Masmindo Dwi Area, Boyke Poerbaya Abidin dalam keterangan PLN.

Dari perjanjian itu, Masmindo tercatat sebagai pelanggan Premium Patinum atau pelanggan yang menjadi prioritas dan ditunjang dua penyulang. Serta listriknya tidak boleh padam.

Dikutip dari laman Nusantara Resources, proyek penambangan di Luwu disebut sebagai Proyek Emas Awak Mas yang mencakup area seluas 14.390 hektar. Proyek ini berada di bawah Kontrak Karya Generasi Keempat yang dimiliki 100% PT Masmindo Dwi (anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dari Nusantara bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia).

Kota utama terdekat dengan Proyek ini adalah kota pelabuhan pesisir Palopo, yang berjarak 67 kilometer di timur laut dari lokasi. Akses dari Makassar, ibu kota Sulawesi, melalui jalan beraspal sepanjang 67 km ke Belopa, kemudian menempuh jarak 40km dengan jalan kerikil ke lokasi. 

Penandatanganan ini merupakan bukti bahwa kesiapan pasokan listrik yang baik dapat mendorong investasi dan kemajuan di Sulselrabar.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda menambahkan, hampir semua sistem kelistrikan surplus, tidak ada lagi yang defisit. Ini berarti pasokan listrik ke depan juga akan surplus. Dengan begitu, Sulawesi siap menerima permohon pasang baru.

Saat ini Sistem Sulbagsel sendiri memiliki Daya Mampu rata-rata sebesar 1.240 MW dengan Beban Puncak sebesar 1.050 MW. Dengan begitu, Cadangan Daya dimiliki sebesar 190 MW. Sementara itu, Sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) memiliki Daya Mampu rata-rata sebesar 440 MW dengan Beban Puncak sebesar 340, sehingga ada Cadangan Daya sebesar 100 MW.

“Kami tegaskan kembali bahwa ke depan Indonesia tidak akan lagi ada kendala di tegangan listrik. Hal ini terkait dengan Program 35.000 MW yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam 5 tahun. Memang berat, namun kami terus bersinergi dengan berbagai pihak,” ujar Syamsul Huda.