Jumat, 11 Agustus 2017 08:37 WITA

Triwulan II 2017, Harga Properti di Sulsel Stabil

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Triwulan II 2017, Harga Properti di Sulsel Stabil
Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso (kiri).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Harga properti di Sulsel pada triwulan II 2017 relatif stabil. Hal ini bedasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dan Survei Harga Properti Residensial di pasar Sekunder (SHPR Sekunder) yang dilakukan oleh KPw BI Sulsel. 

Berdasarkan data yang dirilis BI, SHPR yang tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) hanya tumbuh 0,1 persen (qtq). IHPR rumah tipe menengah tumbuh 0,2 persen (qtq), sementara IHPR rumah tipe kecil dan besar relatif tetap.

"SHPR Sekunder menunjukkan peningkatan harga pada rumah tipe menengah (80-150 m2) dan tipe menengah atas (>150 m2) masing-masing 0,2 persen  (qtq) dan 0,2 persen (qtq). Sejalan dengan itu, secara tahunan harga rumah tipe menengah meningkat 0,9 persen (yoy), sementara rumah tipe menengah atas meningkat 1 persen," kata Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Bambang menjelaskan, secara umum tingkat hunian properti komersial (perkantoran, ritel, dan lahan industri) di Sulsel relatif stabil. Kecuali segmen perkantoran yang mengalami sedikit kontraksi, sedangkan perhotelan mengalami peningkatan. 

"Kondisi ini diindikasikan dari hasil survei PPKom pada triwulan II 2017, yang memperlihatkan tingkat hunian (occupancy) apartemen dan kawasan industri masing-masing meningkat 1 persen (qtq) menjadi 93,1 persen. sementara tingkat hunian hotel juga mengalami peningkatan sebesar 5,0 persen (qtq) menjadi 67,0 persen," jelasnya.

Sementara itu, untuk tingkat hunian perkantoran mengalami sedikit penurunan sebesar 1 persen menjadi 89 persen, sedangkan ritel tidak mengalami perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Dari sisi harga sewa, hampir seluruh properti komersial mengalami kenaikan yakni ritel, hotel, apartemen, dan kawasan industri, sedangkan untuk jenis properti lain cenderung tetap.