05 August 2017 09:42 WITA

Semester I, OSL Pegadaian Wilayah VI Makassar Capai Rp4,2 Triliun

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Semester I, OSL Pegadaian Wilayah VI Makassar Capai Rp4,2 Triliun

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Trend gadai konvensional sebagai akses pinjaman dan pendanaan secara cepat, tidak kehilangan popularitasnya di tengah agresivitas perusahaan teknologi finansial atau fintech di wilayah timur. 

Kondisi tersebut terlihat dari performa penyaluran pinjaman (OSL) PT Pegadaian VI Makassar yang meliputi Sulsel, Sulbar, Sultra dan Maluku. Pada semester I 2017, OSL PT Pegadaian Wilayah VI Makassar sebesar Rp4,2 triliun dengan pertumbuhan mencapai 16,87 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya Rp3,5 triliun.

Pemimpin PT Pegadaian Wilayah VI Makassar, Benzani mengatakan, serangkaian inovasi bisnis juga telah disiapkan perseroan agar lebih kompetitif dan siap menghadapi persaingan bisnis yang telah mengarah pada digitalisasi pada seluruh aspek.

"Untuk sekarang memang belum terasa, terutama di Makassar yang masih sangat kuat kecenderungannya memanfaatkan jasa gadai kami. Namun memang kedepannya, kami memandang digitalisasi bisnis sangat strategis agar lebih kompetitif," kata Benzani.

Menurutnya, performa positif perseroan pada sisi penyaluran pinjaman (OSL) juga ditopang oleh kebiasaan nasabah yang lebih memilih melakukan transaksi secara konvensional, terutama pada segmen utama perseroan yakni menengah ke bawah.

Pegadaian Wilayah VI mencatat, lini bisnis gadai masih menjadi segmen dengan kontribusi terbesar yakni 80 persen dari total penyaluran pembiayaan hingga akhir semester pertama tahun ini.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan nasabah yang memanfatkan jasa gadai dari perseroan, per Juni 2017 hanya tumbuh 1,62 persen secara tahunan menjadi 749.883 nasabah, namun dari sisi realisasi OSL tumbuh menggembirakan mencapai 14,5 persen secara tahunan menjadi Rp3,4 triliun.

"Hingga akhir tahun ini, kami optimistis masih akan terus melaju terlebih masyarakat masih cenderung memilih transaksi secara offline," ungkap Benzani.