01 August 2017 09:05 WITA

Harga Emas Masih di Level Tinggi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Harga Emas Masih di Level Tinggi

RAKYATKU.COM - Dalam enam pekan terakhir, harga emas didorong pelemahan dollar. Bukan cuma itu, spekulasi penurunan suku bunga oleh The Fed turut menunjang.

Dikutip dari laman Reuters, Selasa (1/8/2017), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi US$ 1.267,4 per ons. Setelah naik ke posisi tertinggi sejak 14 juni di US$ 1.270,98 per ons.

Adapun emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi US$ 1.266,60 per ons. "Pelemahan dolar yang mendorong harga emas. Ini bukan hanya terhadap euro, itu terhadap mata uang utama lainnya," kata Analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Menurut dia, ini karena kondisi politik AS yang berantakan dan data ekonomi AS belum menjadi inspirasi.

Adapun mata uang AS jatuh ke posisi terendah dalam hampir 16 bulan terhadap sekeranjang mata uang lainnya, membuat emas dalam mata uang dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya,

"Meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik, melemahnya AS data makro dan berdampak ke dolar dan mendukung harga harga," menurut Standard Chartered dalam sebuah catatan.

Dikutip dari Bloomberg, kemarin pukul 13.30 Wita, harga emas kontrak pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange melemah tipis 0,07 persen ke level US$ 1.274,4 per ons troi, dibanding sehari sebelumnya.

"Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih lambat dari perkiraan dan angka inflasi tetap rendah, sehingga dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Guotai Junan Futures dalam sebuah catatan.