Senin, 23 Mei 2016 09:15 WITA

Tahun Ini, Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Bergairah

Editor: Wiwi Amaluddin
Tahun Ini, Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Bergairah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) sepanjang tahun ini menorehkan kinerja positif. Dilansir BPJS Ketenagakerjaan tahun ini mencapai surplus Rp 624,6 miliar dalam kinerja keuangan tahun 2015.

Berdasarkan audit Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Yusuf, Aryanto, Mawar dan rekan (RSM Indonesia), pihaknya mendapatkan status WTM (Wajar Tanpa Modifikasian).  Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Ia mengklaim bahwa hasil yang didapatkan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan buah kerja keras tahun 2015 yang didukung oleh semua pihak terkait.

BPJS Ketenagakerjaan mencatat, sebanyak 296.791 perusahaan dengan 19,2 juta tenaga kerja terdaftar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga 31 Desember 2015. 

"Kontribusi iuran yang diterima BPJS Ketenagakerjaan sepanjang tahun 2015 mencapai Rp 36,2 triliun. Sementara pembayaran jaminan total tercatat Rp 17,9 triliun," ujar Agus, Minggu (22/5/2016).

Agus menjabarkan, pembayaran jaminan sosial terdiri atas pembayaran kepada pekerja penerima upah (PU) sebesar Rp 17,4 triliun dan kepada peserta bukan penerima upah sebesar (BPU) Rp 22 miliar. Sebanyak 90,2% dari peserta yang telah mendapatkan manfaat menyatakan puas dengan pelayanan dan hasil yang didapatkan.

Loading...

Tidak hanya itu, sambung Agus, pengelolaan aset BPJS Ketenagakerjaan juga on the track. Sampai akhir 2015, BPJS Ketenagakerjaan mengelola aset sebesar Rp 214,52 triliun yang terdiri dari aset BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 11,08 triliun dan aset Dana Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan sebesar Rp 203,44 triliun.

Dana investasi BPJS Ketenagakerjaan dan DJS ketenagakerjaan yang dikelola sampai dengan 2015 sebesar Rp 206,61 triliun. Adapun pendapatan investasi yang dihasilkan dari dana kelolaan tersebut sebesar Rp 17,06 triliun.

Rapot biru kinerja keuangan BPJS Ketenagakerjaan ini menghasilkan pencapaian total surplus yakni sebesar Rp 19,64 triliun yang terdiri dari surplus Badan sebesar Rp 624,62 miliar dan surplus DJS sebesar Rp 19,02 triliun. Surplus merupakan selisih antara pendapatan dan beban usaha dalam pengelolaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.


 

Loading...
Loading...