Minggu, 22 Mei 2016 14:25 WITA

Merasa Dipersulit Beli Gabah Petani, Pengepul di Lutim Komplain

Penulis: Rahim
Editor: Jumardin Akas
Merasa Dipersulit Beli Gabah Petani, Pengepul di Lutim Komplain
ilustrasi

RAKYATKU.COM, LUTIM - Merasa dipersulit membeli gabah petani, sejumlah pengepul gabah di Luwu Timur protes dan menganggap harus adanya izin dari Bulog dan Dandim adalah kebijakan yang memberatkan mata pencaharian mereka. 

Haryanto, salah seorang pengepul yang berdomisili di Kecamatan Mangkutana Lutim, mengatakan, keberadaan Pengepul di Luwu Timur justru membantu para petani. Sebab selama ini Bulog tidak sanggup membeli gabah langsung sampai ke petani. 

Selain itu armada bulog juga tidak cukup. Jika Bulog diandalkan maka petani lah yang dirugikan, karena hasil panen yang sudah dikarungkan akan membusuk lantaran tidak diangkut.

"Kami hadir dari kondisi itu, kalau soal timbangan tidak semua pengepul menggunakan timbangan curang," ujar Haryanto.

Sebelumnya, Babinsa di Luwu Timur menemukan pengepul yang menggunakan timbangan yang dicurangi. Modusnya, para pengepul melakukan penimbangan di malam hari agar tidak menarik perhatian.

Timbangan tersebut mampu mengurangi ukuran sesungguhnya dari gabah petani hingga 10 kg tiap karungnya. 

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Muharif menjelaskan, pemrintah tidak akan mematikan usaha warga terkait gabah petani. Untuk mengaturnya ia meminta pihak pengepul padi di Lutim untuk segera membentuk asosiasi.

Dengan demikian , akan memudahkan pemerintah akan melakukan pengaturan, sehingga tidak ada yang dirugikan dalam pembelian gabah petani.

"Saya minta secepatnya dibentuk asosiasi pengepul dan asosiasi penggilingan Padi, supaya semuanya gampang diatur," tandas Muharif.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat berkunjung ke Lutim memang meminta aparat TNI untuk ikut proaktif mengawasi para pengepul. Menurutnya, banyak dari mereka yang merugikan petani dengan berbuat curang di timbangan. 

Loading...
Loading...

Berita Terkait