28 June 2017 19:07 WITA

OPINI

PSBM 2017 dan Penguatan Spirit Kewirausahaan

Editor: Sulaiman Abdul Karim
PSBM 2017 dan Penguatan Spirit Kewirausahaan

PERTEMUAN Saudagar Bugis Makassar (PSBM) kembali dihelat di Makassar, 30 Juni-1 Juli 2017. Mengambil tema “Sukses Di Rantau, Bangun Kampung Halaman” PSBM yang digelar untuk ke-17 kalinya ini menghadirkan ratusan saudagar Bugis-Makassar dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Pengusaha-pengusaha besar asal Sulsel yang sukses di perantauan diagendakan berbagi kisah sukses.
 
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (Sekjen DPP KKSS) Ibnu Munsir mengatakan pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2017 selain untuk silaturahmi, juga untuk mengembalikan khittah PSBM untuk membangun kembali semangat kewirausahawan.

Pelaksanaan PSBM ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 1994 atas gagasan HM. Jusuf Kalla yang saat itu menjadi ketua umum Kadin daerah Sulawesi Selatan. Pelaksanaan PSBM yang telah menjadi agenda tahunan ini telah menjadi spirit ekonomi nasional, disamping tentunya berkontribusi positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan.

Dengan pertemuan para saudagar akan terjalin hubungan yang baik (networking) sesama saudagar dari berbagai daerah maupun di dunia internasional sehingga ada sinergitas dalam memperkuat dunia usaha. Pelaksanaan PSBM juga tidak lagi sekedar ajang lepas rindu pada kampung halaman, namun telah menjadi konsolidasi ekonomi untuk membangun daerah dengan memanfaatkan segenap potensi finansial warga Sulsel yang disinergikan dengan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan PSBM Tahun 2017 ini selain halal bi halal, juga menjadi momentum strategis menguatkan spirit kewirausahaan yang diharapkan menjadi lokomotif wirausahawan baru yang memberi kontribusi ke daerah. Melalui PSBM diharapkan bisa memberi spirit bagi pengusaha muda untuk maju dan meraih sukses.

Sejak zaman dahulu, orang Bugis dan Makassar telah dikenal dengan sifat perantau dan sense of saudagar. Di perantauan, mereka terkenal punya semangat juang dan semangat hidup lebih besar. Dalam sejarahnya, sejak dulu hingga sekarang, biasanya begitu masuk di suatu daerah mereka langsung menguasai pasar.

Sense of saudagar atau spirit wirausaha makin dirasakan urgensinya saat ini. Istilah saudagar sendiri memang tidak begitu populer dengan istilah wirausaha yang saat ini lagi “booming”.  Istilah saudagar dahulu hanya diartikan sebagai pedagang besar, namun dalam kehidupan sehari-hari kini dianggap memiliki pengertian yang sama yaitu pengusaha. 

Dari sisi etimologi, saudagar berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari kata Sau berarti seribu dan dagar artinya akal, Jadi Saudagar mengandung makna orang yang memiliki seribu akal. Dengan kata lain, para saudaga adalah mereka yang cermat membaca peluang usaha, cerdik mengelola peluang dan pandai membangun relasi atau jaringan bisnis. 

Adapun wirausaha yang berasal dari kata wira yang artinya manusia unggul, berani, berbudi luhur dan memiliki keagungan dan usaha artinya daya, upaya untuk menghasilkan sesuatu. Adapun kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. 

Dengan pengertian singkat di atas, saudagar, wirausaha atau entrepreneurship berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian (the backbone of economy). Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah mereka para saudagar, pengusaha atau wirausahawan. 

Hanya dengan mental kewirausahaan yang kuat pada suatu masyrakat dan suatu bangsa maka segala potensi, sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Dalam Islam, spirit entrepreneurship sejatinya sudah melekat dan inheren dengan diri umat Islam. Nilai-nilai kewirausahaan tercantum dalam Al-Qur’an, demikian juga dalam teladan Nabi serta sahabat. 

Tidak kurang terdapat 41 dari 114 surah dalam Al-Qur’an yang menyinggung kata rezeki, termasuk amalan-amalan lainya seperti tijarah, barakah, infak, shadaqah,sharikah, bahkan riba yang memberikan spirit kewirausahaan untuk meraih keuntungan, kemuliaan dan keberkahan.

Pada saat yang lain, Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, ”Hendaklah kamu berdagang karena di dalamnya terdapat 90% pintu rezeki.” (HR Ahmad bin Hambal). Nabi juga pernah bersabda tentang hal yang sama, ”Sesungguhnya, sebaik-sebaik mata pencarian adalah seorang pedagang.” (HR Baihaqy). Tidaklah mengherankan apabila Nabi Muhammad SAW dan sebagian besar sahabat adalah para pedagang dan entrepreneur mancanegara. 

Pelaksanaan PSBM yang digagas JK sejak tahun 1994 telah menggugah dan meretas etos kerja masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam budaya, namun masing-masing memiliki spirit atau semangat kewirausahaan dalam membangun daerah. Semoga gelaran PSBM tahun 2017 ini dapat lebih menguatkan spirit saudagar bugis-makassar pada generasi muda yang dikenal berani, ulet dan siap bekerja keras di tempat mana saja. Selain itu, melalui PSBM kita berharap lahir aksi konkrit, solutif dan kontributif terutama dalam membangun daya saing daerah menghadapi iklim global yang semakin kompetetif.

Oleh: Bahrul Ulum Ilham
(Ketua Bidang UKM Apindo Sulawesi Selatan)