15 June 2017 23:28 WITA

Impor Melonjak, Neraca Perdagangan Sulsel Rugi Rp41,47 Miliar

Editor: Adil Patawai Anar
Impor Melonjak, Neraca Perdagangan Sulsel Rugi Rp41,47 Miliar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kabar buruk datang dari kondisi perdagangan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada  Mei 2017. Berdasarkan data yang  dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, neraca perdagangan Sulsel selama bulan Mei 2017 mengalami deflasi sebesar USD31,9 juta atau Rp41,47 miliar (kurs Rp13.000) 

Kepala BPS Sulsel, Nursyam Salam memaparkan, defisit anggaran di Sulsel pada Mei 2017 terjadi akibat meningkatnya nilai impor dibandingkang ekspor Sulsel ke negara tujuan.

"Nilai ekspor Sulsel pada bulan Mei 2017, mengalami penurunan sebesar 0,71 persen. Bila di bandingkan dengan nilai ekspor pada bulan April 2017 lalu yang mencapai USD88,1 juta menjadi USD 87,48 juta," ujarnya Nursyam,  di Kantor BPS Sulsel Jalan H Bau Makassar, Kamis (15/6/2017). 

Sementara untuk total ekspor selama Januari hingga Mei 2017, BPS Sulsel mencatat sebesar USD441,08 juta. Kondisi tersebut mengalami peningkatan 12,76 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 lalu yang hanya USD 391,17 juta.

"Nikel merupakan salah satu komoditas dengan nilai ekspor terbesar di Sulsel, karena pada bulan Mei 2017 dapat menyumbang dengan nilai sebesar USD 55,97 juta atau 63,98 persen dari total nilai ekspor," papar dia.

Sementara untuk tujuan ekspor, Jepang masih menjadi negara terbesar penyumbang nilai ekspor Sulsel. Tercatat pada Mei 2017, ekspor Sulsel ke Jepang mencapai USD58,51 juta atau 66,88 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan. 

Jika pad Mei 2017, nilai ekspor Sulsel mengalami penurunan, tidak demikian dengan nilai impor Sulsel selama Mei 2017. BPS Sulsel mencatat, nilai impor Sulsel pada Mei 2017 sebesar USD119,74 juta atau senilai Rp1,55 triliun.

"Jadi ada kenaikan sebesar 82,20 persen bila dibandingkan dengan nilai impor pada April 2017 dengan nilai USD65,72 juta" jelasnya. 

Ia melanjutkan keuntungannya adalah nilai impor terbesar masih berasal dari sektor produktif dan pengadaan barang modal, yaitu impor pesawat terbang dan bagiannya. Hal inilah yang menjadi penyumbang terbesar nilai impor Sulsel selama Mei 2017. Tercatat nilai impor pesawat terbang dan bagiannya sebesar USD25 juta atau mencapai 20,88 persen dari total impor Sulsel pada Mei 2017. 

Negara asal impor dengan nilai terbesar pada Mei 2017 adalah Tiongkok dengan nilai USD 36,84 juta atau 30,77 persen dari total nilai impor Sulsel.