07 June 2017 10:25 WITA

April 2017, Porsi Kredit UMKM Terkontraksi

Editor: Adil Patawai Anar
April 2017, Porsi Kredit UMKM Terkontraksi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kredit untuk Usaha Mikro Kecil Menengah  (UMKM), di Sulawesi Selatan pada April 2017 meningkat. Namun, porsi terhadap total kredit turun.

Berdasarkan data Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel, kredit UMKM di Sulsel tercatat Rp33,48 triliun atau tumbuh 6,51 persen secara tahunan, dengan porsi terhadap total kredit perbankan mencapai 31,79 persen. Angka tersebut relatif menurun dibandingkan porsi Maret 2017 yang mencapai  35,11 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) BI Sulsel, Bambang Kusmiarso menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan oleh pertumbuhan UMKM yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total kredit sebesar 8,24 persen secara tahunan 

“Tapi perlambatan kredit UMKM disebabkan oleh kontraksi kredit investasi sebesar yang turun 5,17 persen (yoy). Sementara kredit modal kerja masih tumbuh cukup tinggi sebesar 12,22 persen (year on year),” kata Bambang.

Bambang melanjutkan, dilihat dari skala usaha, pertumbuhan kredit UMKM tertinggi dicatat oleh kredit menengah sebesar 8,11 persen secara tahuban, dengan porsi terhadap kredit UMKM sebesar 32,68 persen diikuti kredit mikro sebesar 7,11 persen, dengan porsi terhadap kredit UMKM sebesar 39,14 persen.

Kredit UMKM di Sulsel didominasi oleh kredit di lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran, dengan pertumbuhan kredit tertinggi di lapangan usaha jasa kesehatan, dan kegiatan sosial.

Sedangkan berdasarkan lapangan usaha, kredit UMKM di Sulsel didominasi oleh kredit di lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebesar 59,23 persen, diikuti lapangan usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan 7,55 persen serta lapangan usaha industri pengolahan 6,01persen.

“Pertumbuhan kredit UMKM tertinggi tercatat pada lapangan usaha industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial 50,29 persen secara tahunan. Diikuti lapangan usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan 24,27 persen dan perikanan 22,07 persen,” terangnya.

Secara spasial, penyaluran kredit UMKM didominasi oleh daerah perkotaan khususnya Makassar. Penyaluran kredit UMKM di Sulsel sangat didominasi oleh Kota Makassar dengan porsi 51,89 persen, Kemudian diikuti Kota Parepare 7,62 persen, dan Kota Palopo 4,10 persen 

Sedangkan daerah yang memiliki pertumbuhan kredit UMKM tertinggi ternyata tidak disandang oleh kota Makassar, melainkan Kabupaten Luwu Timur dengan pertumbuhan mencapai 127,55 persen secara tahunan, diikuti Kabupaten Bone 42,13 persen dan Kota Palopo 38,73 persen.